Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Sistem Knock Out, Menuntut Para Pembalap F1 Lebih Teliti

Loading...

riyo
Pembalap F1 Indonesia, Rio Haryanto

RIO Haryanto dan pembalap-pembalap Formula 1 lainnya harus lebih berhati-hati dalam menerapkan strategi. Pasalnya, kualifikasi sistem knock out masih akan diterapkan pada seri kedua yang berlangsung di Bahrain, Minggu (3/4/2016).  Dimana diketahui sistem ini berbeda dan lebih sulit.

Kamis Pagi Kemaren Dewan Strategi F1, telah mengesahkan aturan knock out oleh Komisi F1, yang beranggotakan 26 orang. Mereka berasal dari perwakilan tim, Otoritas Tertinggi Balap Mobil (FIA), Manajemen Formula 1, promotor lomba, sponsor, dan partner teknis lainnya.
Autosport Melansir, mereka berpendapat bahwa dibanding menuruti reaksi spontan, kualifikasi sistem KO yang telah diterapkan pada seri Australia lalu perlu diberi kesempatan lagi. Dengan demikian ke depan akan didapat data yang mencukupi untuk mempertimbangkannya lagi.

“Ini akan berjalan sesuai dengan yang saya ajukan dan melupakan hal-hal lain saat mereka berlomba (di Bahrain),” ujar pimpinan F1, Bernie Ecclestone, kepada Autosport.

“Setelah itu barulah kemudian kita punya pandangan yang jelas apakah yang telah dilakukan sudah tepat, salah, apakah perlu dimodifikasi, atau perlukan dibatalkan?” ujar Ecclestone.

Menurut Ecclestone, sistem ini awalnya merupakan ide FIA. Namun pihaknya juga mendukung.

“Jadi saya katakan kepada mereka, kami akan mendukung apa pun yang mereka anggap tepat untuk dilakukan,” kata Ecclestone. “Namun tidak seorang pun yang tahu apa hal terbaik yang perlu dilakukan, kami berusaha bertahan di posisi kami dan melihat setelahrace ini,” katanya.

“Setelah dua race, kita lihat lagi. Itu prototipe, apakah benar atau salah,” kata Ecclestone.

Sistem eliminiasi yang diterapkan pada babak kualifikasi F1 musim ini memang telah mengusik para pembalap F1. Penyebabnya, sistem ini dianggap lebih rumit dan telah kuno.

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.