Silaturahmi bersama Ustadz Ustadzah se Kota Bengkulu, Cagub Nomor 2 Diguyur Doa

Bengkulu- Kehadiran Calon Gubernur (Cagub) Bengkulu Rohidin Mersyah di tengah-tengah perwakilan ustadz-ustadzah se Kota Bengkulu di rumah makan Sederhana KM 6,5 disambut dengan lantunan sholawat nabi. Suasana yang semula biasa menjadi terbakar semangat seketika.

Di hadapan para ustadz- ustadzah pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu nomor urut 2 ini meminta restu sekaligus doa. Bukan hanya untuk kebaikan dirinya namun untuk kemaslahatan rakyat Bengkulu di masa depan.

Ustadz Jaliludin yang turut hadir dalam pertemuan itu mengatakan bahwa sosok Rohidin sebagai pemimpin memiliki konsep yang seimbang antara pembangunan fisik, mental dan punya perhatian terharap agama walaupun bukan tokoh agama.

“Tidak mesti pemimpin itu menjadi tokoh agama,” terang ustadz kondang di provinsi Bengkulu ini, 21/10/2020.

Tambahnya, yang paling utama dari seorang pemimpin itu adalah dukungan. Karena itu, kita harus membela islam sesuai profesi masing-masing. Tidak mesti semua orang ceramah.

Ia mencontohkan seorang supir travel. Tidak harus sang sopir berceramah. Nanti bisa nabrak pohon.

“Jika sampai waktu sholat di perjalanan. Si sopir tinggal bilang sama penumpang jika sudah sampai waktu sholat. Jadilah, itu dakwanya,” terangnya.

Artinya menurutnya, menghidupkan agama sesuai profesi. Semakin hebat orang semakin berperan tinggi.

Pimimpin bisa membuat kebijakan ataupun peraturan daerah (Perda). Itu perannya. Jika hanya menyuruh ustadz tanpa landasan yang jelas maka akan sangat sulit maju dunia Islam ini.

“Jadi perlu peran semua pihak. Salah satunya memimpin yang punya integritas seperti pak Rohidin,” tegasnya.

Selain itu, menurut Jaliludin, Rohidin jika dibanding dengan calon lain memiliki tingkat kecerdasan yang berbeda. Ia berpikir taktis tapi logis. Sehingga mudah dipahami.

“Singkat, padat dan jelas. Itu ciri khas beliau,” pungkasnya.

// _*Rohidin Berintegritas*_

Ustadz Jundullah Rabbani mengatakan jika Rohidin Mersyah memiliki integritas tinggi. Hal itu tercermin dalam perjalanan pemerintahan provinsi Bengkulu sejak 3 tahun terakhir.

“Pada masa kepemimpinanan beliau isu-isu negatif dalam menentuan jabatan tidak terdengar. Para pejabat terpilih atas dasar integritas bukan karena kebiasaan lama,” terangnya.

Ustad Jundullah juga menegaskan bahwa sesungguhnya bapak Rohidin adalah seorang ustadz. Namun hal tersebut tertutupi lantaran ia saat ini sebagai umaro. “Coba lihat tiap Jumat beliau selalu ngisi khutbah,” kisahnya.

Ia juga berkisah bahwa Rohidin merupakan tokoh yang mudah ditemui asal tidak terbentur dengan kegiatan yang sudah digendakan.

“Fleksibel dan mau menerima siapapun. Itu luar biasa sebagai seorang pemimpin. Semua ustadz yang hadir mendoakan beliau memiliki takdir yang baik melanjutkan kepemimpinan dan pembangunan provinsi Bengkulu,” tutup salah satu ustad yang juga kondang di provinsi Bengkulu ini.

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.