Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Senyum Teritorial Adalah Senjata Seorang Babinsa Banyumas di Tempat Tugas

Loading...

Banyumas – Wajib hukumnya bagi seorang Bintara Pembina Desa (Babinsa), untuk melakukan tegur, sapa, dan salam, yang dilingkungan TNI dinamakan senyum teritorial.

Sikap dan perilaku itu merupakan tugas pokok Babinsa guna menciptakan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Pasalnya, sesuai dengan sistem pertahanan semesta yang diterapkan TNI, yakni rakyat Indonesia yang saat ini berjumlah lebih dari 167 juta jiwa, diharapkan juga akan menjadi alat pertahanan negara terkuat.

Kapten Infanteri Subandi, Danramil 15 Pekuncen, Kodim Banyumas mengatakan, merebut hati rakyat dari anak anak sampai dengan orang tua adalah wajib hukumnya bagi seorang Babinsa, karena itu salah satu tugas pokok pembinaan wilayah.

“Tanpa menjaga hubungan baik dengan masyarakat maka tidak mungkin tugas Satgas TMMD Reguler 108 Kodim 0701 banyumas berhasil membangun infrastruktur jalan beton 1,8 kilometer lebar 3,75 meter dalam waktu hanya satu bulan,” tegasnya, Jumat (17/7/2020).

Dikatakannya juga, upaya tersebut juga untuk memaksimalkan keterlibatan mereka membantu Satgas TMMD memenuhi target sasaran fisik pokok TMMD tersebut.

“Untuk itu, Babinsa harus selalu menggunakan senyum teritorialnya dimanapun berada dan ditugaskan sehingga kehadiran mereka benar-benar bermanfaat dan didambakan masyarakat,” tandasnya.

Tampak humanisme antara Serma Kowad Iska, Babinsa Pasiraman Kidul, Koramil 15 Pekuncen, saat membantu Ribut (56), warga desa sasaran TMMD Reguler Banyumas, Desa Petahunan RT. 05 RW. 03, menyiapkan makanan untuk Satgas TMMD dan warga yang masih melanjutkan pengecoran jalan di titik 1,3 kilometer.

Bukan pencitraan, namun sudah tertanam dalam sanubari setiap prajurit Babinsa untuk menjadi bagian dari warga desa binaannya. Tanpa dipublikasikan maka dunia tidak mengetahui bahwa tentaranya Indonesia jumlahnya adalah lebih dari 167 juta jiwa. (Aan/Red)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.