Seluk-Beluk Parfum, Mulai dari Jenis Hingga Ketahanannya

Guna mencegah munculnya aroma tubuh yang tidak sedap ketika sedang beraktivitas, sebagian besar orang memutuskan untuk menggunakan wewangian atau parfum. Tak heran, padatnya aktivitas terkadang membuat tubuh mudah berkeringat yang berujung pada keluarnya bau badan, terutama di area ketiak. Namun, sebenarnya, banyak sekali alasan mengapa seseorang memilih menggunakan wewangian.

Anda pun pasti sering dihadapkan pada banyak pilihan ketika hendak membeli wewangian, salah satunya adanya tulisan cologne atau eau de toilette pada kemasannya. Tahukah Anda bahwa ada perbedaan di antara jenis minyak wangi dan daya tahan yang dimiliki masing-masing jenisnya? Nah, untuk itu, supaya tidak salah membeli, Anda perlu mengetahui dan memahami dahulu seluk beluk wewangian, berikut ulasannya.

 

Tujuan Memakai Minyak Wangi, Benarkah Hanya untuk Samarkan Bau Badan?

Ternyata, banyak alasan seseorang memakai minyak wangi, dan itu tidak sekadar menyamarkan aroma tubuh yang bisa jadi kurang sedap. Alasan lainnya adalah untuk menarik minat lawan jenis, meningkatkan rasa percaya diri, meningkatkan rasa kewaspadaan, hingga membantu mengurangi stres.

Ini tentu bergantung pada jenis wewangian yang Anda pakai. Memang benar, ada aroma tertentu yang bisa membuat lawan jenis tertarik dan membuat penggunanya merasa lebih percaya diri. Bahkan, ada pula aroma yang memang dibuat untuk membantu mengurangi stres bagi penggunanya.

 

Definisi Parfum

Secara sederhana, parfum mungkin diartikan sebagai benda yang berisi cairan yang bisa mengeluarkan banyak aroma. Sebenarnya, wewangian lebih mengarah pada berbagai campuran kompleks yang berasal dari banyak bahan mentah. Minyak akan dilarutkan dalam larutan alkohol sehingga wanginya tetap terjaga. Semakin tinggi konsentrasi dari minyak tersebut, aroma wanginya tentu akan semakin besar. Nah, inilah yang nantinya akan menjadi penentu daya tahan minyak wangi yang kamu pakai.

 

Lalu, Apa Beda Parfum, Cologne, dan Eau de Toilette?

Minyak wangi sendiri memiliki sifat unisex, artinya bisa dipakai baik untuk laki-laki maupun perempuan. Namun, semua orang menyebutnya dengan istilah parfum, padahal, ada banyak jenisnya yang tentunya punya arti yang berbeda. Apa saja?

     Cologne atau Eau de Cologne. Ternyata adalah istilah paling tua yang menggambarkan parfum itu sendiri. Cologne banyak dipakai di wilayah Amerika bagian Utara untuk mengartikan suatu aroma wangi yang bersifat maskulin. Jenis ini punya wangi yang segar, ringan, dan mirip seperti aroma buah-buahan. Bahannya adalah 2 hingga 4% minyak wangi, air, dan alkohol. Cologne lebih melekat pada usia muda dengan ketahanan mencapai dua jam.

     Eau de Toilette. Jenis wewangian ini mengandung antara 5 hingga 15% minyak wangi yang dicampurkan dalam alkohol. Eau de Toilette punya daya tahan sekitar 3 jam.

     Parfum atau Eau de Parfum. Minyak wangi ini punya sifat yang disebut genderless. Mengandung 15 sampai 20% ekstrak minyak wangi dan punya daya tahan antara 5 sampai 8 jam.

 

Tingkatan Daya Tahannya

Minyak wangi terbagi menjadi tiga bagian yang membentuk serupa piramida, yaitu top, medium, dan base note. Setiap bagian ini punya aroma wangi masing-masing, lalu dijadikan satu hingga menjadi wangi akhir yang Anda pakai. Meski begitu, tetap saja Anda membutuhkan waktu untuk bisa mengetahui aroma terakhirnya.

     Top note merupakan aroma wangi paling pertama yang punya bau paling ringan dan biasanya akan tercium oleh indera penciuman terlebih dahulu. Aroma ini akan bertahan antara 15 menit sampai 2 jam. Biasanya, top note punya aroma akuatik, rempah, buah, atau bunga.

     Medium note menghadirkan aspek utama dari wangi itu sendiri. Tahapan ini akan mulai terasa setelah top note menghilang, biasanya sekitar 30 menit dan bisa bertahan antara 3 hingga 5 jam setelah Anda menyemprotkannya. Medium note identik dengan aroma bunga yang cenderung lebih berat.

     Base note akan membantu memperbaiki aroma yang melekat pada kulit. Inilah saat Anda bisa mencium bau yang lebih tajam dan kuat karena bagian ini memiliki ketahanan antara 5 sampai 10 jam. Biasanya, aroma yang digunakan adalah akar wangi, tar, vanila, kesturi, tembakau, kulit, atau kayu cendana. Ketika sudah kering, aromanya akan terasa lebih unik.

 

Namun, Ternyata Ada Pula Parfum dengan Wangi yang Tak Berubah

Beberapa orang juga menginginkan aroma parfum yang tidak mengalami perubahan alias linear meski telah dipakai berjam-jam, mungkin Anda termasuk salah satunya. Biasanya, untuk aroma yang terasa flat banyak dipilih karena takut tidak cocok dengan aromanya ketika sudah mengalami perubahan atau aroma yang berubah bisa turut mengubah suasana hati.

 

Tips Memakai Parfum yang Tepat

Nah, apakah Anda selama ini sudah memakai minyak wangi dengan cara yang tepat? Coba simak tipsnya berikut ini.

 

  1. Disemprot Saja, Jangan Digosok

Masih menggosok kulit setelah menyemprot wewangian? Sebaiknya Anda tak lagi melakukannya. Pasalnya, hal tersebut bisa mengakibatkan kenaikan suhu tubuh dan memicu enzim yang justru dapat mengubah struktur aroma dari wangi yang kamu pakai. Biasanya, ini sering dilakukan ketika minyak wangi disemprot ke bagian pergelangan tangan.

 

  1. Hindari Menyemprot pada Pakaian

Minyak wangi bekerja dengan cara menguap melewati suhu tubuh. Ini artinya, cara tepat memakai wewangian adalah menyemprotkan pada area kulit terbuka, bukan menyemprotnya pada pakaian. Bukannya tahan lama, aroma wangi dari parfum yang Anda pakai justru akan mudah hilang.

 

  1. Semprot pada Kulit saat Masih Lembab

Ternyata, minyak wangi tidak akan tahan lama jika diaplikasikan pada kulit yang kering. Jadi, Anda mungkin memerlukan pelembab dengan aroma yang serupa. Namun, cara lain yang bisa dicoba adalah menggunakannya pada kulit saat masih lembab atau sehabis mandi.

 

Jadi, apa jenis dan aroma parfum favorit Anda? Apakah cologne atau eau de toilette? Ada banyak jenis dan wangi yang unik yang mungkin baru Anda ketahui di Blibli. Segera akses website atau gunakan aplikasinya untuk transaksi, ya!

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.