Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Sejumlah Tokoh Pemuda Tangerang Minta Usut Penimbunan Limbah Medis

Loading...

Tangerang – Masyarakat sangat Cemas atas dugaan kegiatan penimbunan limbah medis, Pencemaran atau Perusakan Lingkungan Hidup dilakukan oleh CV Noor Annisa Chemical berlokasi di desa Pangadegan, Kecamatan Pasar Kemis kabupaten Tangerang, “harus diusut tuntas, tukas Agung Saputra Ketua Bintang Muda Indonesia (BMI) selasa (28/7/20) di Tangerang.

Pasal nya kata agung, Kegiatan oprasional pabrik tersebut diduga melakukan Penimbunan bermacam limbah Rumah Sakit, biologis medis diduga kuat tidak memiliki izin penimbunan limbah B3 (Bahan,Berbahaya,dan Beracun), hanya memiliki izin transporter atau pengangkutan saja, uangkap tokoh pemuda Lulusan Akademi Partai Demokrat itu.

Aktivis Lulusan Akademi Demokrat itu menegaskan, Wajar Saja Dugaan azas pembiaran dituduhkan kepada Bupati Tangerang dan jajaran nya terutama DLHK, dan Satpol PP, buktinya dimasa Pandemi virus corona saat ini belum dapat memberikan keterangan kepada masyakat lewat media atau Link Media Kominfo, seperti apa sebenarnya tindakan tegas kepada pihak CV Noor Annisa Chemical itu, tegas nya.

Ia menyarankan, kalau saja pernah dipanggil melalui surat resmi DLHK dan Satpol PP, sebaiknya terangkan saja kepada masyarakat bahwa pihak CV Noor Annisa Chemical, “Belum dapat menunjukan dokumen izin penimbun limbah, atau memang sudah ada izin nya kalau saja ada penimbunan limbah medis di sana segera dilakukan tindakan tegas penyegelan atau penghentian kegiatan oprasional perusahaan tersebut, himbaunya.

egak sulit kan, “kalau bukan pemerintah mengerjakan pengawasan dan penindakan untuk menjemin hak masyarakat banyak untuk hidup sehat,lalu siapa lagi,terang agung.

Ia menyampaikan, Kalau izin pengangkutan, hanya berlaku untuk mengangkut limbah B3 dari tempat awal limbahnya, baik dari rumah sakit maupun industri lain penghasil limbah B3, tersebut.

namun Kata Agung, Tidak boleh mampir, “mobilnya pun khusus angkutan limbah B3, ”harus langsung membawa limbah itu, menuju lokasi IPAL limbah B3, namun kenyataan nya pabrik itu diduga membuang dan menimbun nya dilahan milik perusahaan itu, berlokasi di Desa Pangadegan, Kecamatan Pasar Kemis, kabupaten tangerang. Ungkap Agung.

Tokoh pemuda BMI itu menegaskan, dalam Pasal 62 ayat (1) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (“UU 32/2009) diamanatkan kepada Pemerintah dan pemerintah daerah untuk mengembangkan sistem informasi lingkungan hidup untuk mendukung pelaksanaan dan pengembangan kebijakan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.tegas nya

“Salah satu tugas dan wewenang dari pemerintah dalam rangka perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup adalah mengembangkan dan melaksanakan kebijakan pengelolaan pengaduan masyarakat.

Agung Berharap, Kita masih berharap Zaki Iskandar Selaku Bupati Tangerang dapat turun blusukan atau memerintahkan Jajaran nya seperti Kadis DLHK dan Kasatpol PP agar sidak ke CV Noor Annisa Chemical, agar masyarakat tidak menduga dan prasangka dan menimbulkan kecemasan jika terbukti disana ada penimbunan limbah biologis medis selayak nya diberikan sanksi tegas, “Tutup Agung.

Sementara Sikap Kritisi juga di Sampaikan oleh tokoh pemuda dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Abdul Muhyi mengatakan, Dimasa Pandemi corona virus yang terjadi saat ini membuat volume limbah medis dari sejumlah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) meningkat, “Hal ini menjadi masalah tersendiri karena limbah medis yang dibuang atau ditimbun begitu saja tanpa protokol kesehatan dapat membawa dampak bagi kesehatan masyakat, ucap nya.

“Kita Minta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK,)Pemerintah Kabupaten Tangerang serius menangani Limbah medis yang terkait dengan penanganan wabah Covid-19 seperti APD, Reagen RTPCR, Viral transfer media Rapid Diagnostic test, Nasal swab alat suntik, selang invus, masker,sarung tangan, dan cairan limbah biologis medis ini, harus sesuai dengan Protokol kesehatan secara khusus, tegas nya.

Muhyi menambahkan, Pengelolaan Limbah B3 dan Limbah Non B3. langkah pengelolaan limbah medis harus nya berdasarkan Peraturan Menteri LHK Nomor P-56 Tahun 2015.

Menurut dia, Seharus nya ada upaya dari pihak pemerintah Kabupaten Tangerang terutama Dinas DLHK, upaya pengurangan dan pemilahan, pewadahan dan penyimpanan, pengangkutan, pengolahan, penguburan, dan penimbunan. disesuaikan dengan protokol kesehatan Covid-19.

“Persoalan nya pihak Pemerintah KabupatenTangerang, belum dapat memaksimalkan kinerja DLHK, dalam pengawasan bahkan penggunaan insinerator atau  autoclave  untuk mengelola limbah medis.karena belum memiliki alat – alat khusus itu, uangkap nya.

Harus nya sambung Muhyi, penyediaan alat pengangkut khusus dan keamanan prosesnya, pemenuhan persyaratan teknis pengelolaan limbah Covid-19, termasuk pengadaan instalasi pengelolaan limbah infeksius virus.

“Sangat diragukan sikap penjegahan atas kinerja Satuan Polisi Pamong Praja, (Satpol PP) namun dalam hal ini, terbilang lamban melakukan penindakan tegas, seperti penyegelan kalau memang dugaan terbukti ada penimbunan Limbah Medis di Lokasi CV Noor Annisa Chemical,tutur aktivis HMI itu.

Tokoh pemuda tinggal dikawasan Cikupa itu berharap, Kita semua berharap Pemkab Tangerang serius menangani lingkungan hidup dan tidak tebang pilih dalam melakukan penindakan untuk menegakkan aturan yang berlaku.”Punkas nya.(Red /Man)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.