Ayo Gabung, Menjadi Jurnalis Profesional, di Seluruh Indonesia, Kontak : 082279249494

Sejumlah Caleg Dapil III Kecamatan Morotai Timur Utara Mencurigai Adanya Kecurangan Oleh KPPS

MOROTAI – Sejumlah Calon Legislatif Kabupaten Dapil III Kecamatan Morotai Timur Utara mencurigai adanya kecurangan yang dilakukan oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Desa Gorua Kecamatan Morut, di TPS I dan TPS II.

Loading...

Dugaan kecurangan itu diungkapkan oleh sejumlah Caleg diantaranya Sahbi Mandea dari Partai Demokrat, Hendrata Chandra dari Golkar serta sejumlah Caleg dari partai lainnya.

Dugaan kecurangan dengan berbagai skenario untuk memenangkan Alimudin Naba, salah satu Caleg dari Partai PKB.

Sahbi Mandea didampingi sejumlah Caleg kepada media, Selasa (23/4/2019), mengatakan, indikasi terjadinya kecurangan yang dilakukan KPPS baik di TPS I maupun II itu misalnya pada saat perhitungan suara, lampu penerangan sengaja tidak dipasang yang lebih terang,” di Desa Gorua TPS I dan II ada dugaan kecurangan, masa, lampu tidak terang makanya perhitungan suara, para saksi tidak melihat secara jelas, kedua ada pergeseran suara dari caleg Demokrat ke salah satu caleg PKB, misalnya form C1 dan terdapat coretan di plano, dari suara awal 6 diubah menjadi 11, dugaan terjadi juga di tps 2, suara digeser ke Alimudin Naba.”

Paling parahnya lagi kata Dia, terdapat 6 orang masyarakat yang terdaftar di DPT, namun, pada saat pemungutan tidak berada di tempat alias berada di luar daerah. Namun, yang terdapat di lapangan, suara 6 orang itu dicoblos oleh oknum penyelenggara Pemilu

Hal tersebut lebih dijelaskan oleh Hendra Caleg Golkar. Menurut data yang dikantongi, 6 orang masyarakat yang tidak berada di tempat pada hari H namun, suaranya ada di TPS itu misalnya Rizal Nase saat itu berada di Papua, Fadli Naba di Loloda, Farid Nazid di Papua, Dewiyanti ano di wawama morsel dan Wasmin Ano yang saat itu berada di Ternate.

Data yang dikantongi Hendra juga, terdapat indikasi suara Golkar juga dicurangi. Hal ini karena, terdapat dugaan semua saksi di di TPS tidak lagi steril lantaran sudah setting oleh Caleg PKB.”Golkar melihat dan merasa kasus ini terjadi yang sama, ada kecurangan di TPS I dan II tidak lazim saat penghitungan karena selain lampu tidak terang dilakukan hitung secara cepat tanpa melihat secara teliti kertas suara yang di coblos dan tidak dikomplen saks kemungkinan suara golkar bisa dialihkan ke Alimudin Naba,”ungkapnya

“Saya curigai surat suara yang diberikan oleh PPK kepada KPPS dengan jumlah DPT 205 suara tambah cadangan dipakai habis, sedangkan hasil suara tidak sesuai dengan jumlah DPT dan itu melebihi,saya ¬†merasa ada yang tidak sesuai ada penggelembungan suara,”tegas Hendra

Dengan demikian, baik Sahbi dan Hendra mendesak kepada Bawaslu Morotai untuk segera membuat rekomendasi agar segera dilakukan pemilihan ulang di dua TPS itu. Karena, selain desakan, pihaknya juga sudah melaporkan kasus tersebut ke Panwascam pada tanggal 18 April 2019.

Terkait itu juga, sekretaris Partai Demokrat Karim Mahasari, mengecam tindakan penyelenggara Pemilu yang membuat partainya dirugikan.”dalam kasus 6 orang warga yang tidak berada di tempat lalu ada yang mewakili, maka, unsurnya tindak pidana dan wajib diproses secara hukum, karena diduga kuat ada yang bermain, kami minta tim Gakumdu segera mengusutnya, karena ini juga merugikan partai kami, kami juga mendesak agar KPUD dan Bawaslu segera membuat rekomendasi agar segera dilakukan PSU di Desa Gorua.” tegasnya. (ojemona)

 

Loading...

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

three + 7 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.