Sebut Miras Pembunuh OAP Ampera Apresiasi Langkah Kodam Cenderawasih

NusantaraTerkini.Com, Papua – Berbagai kekerasan dan juga kecelakaan lalulintas di Papua tak bisa dipungkiri miras salah satu penyebabnya.

Walau sebelumnya banyak aktifis, akademisi hingga politisi menyuarakan agar peredaran miras di Papua dapat dihentikan, bahkan mayoritas orang asli Papua (OAP) sendiri sepakat miras merupakan biang kerok tindak kejahatan di Papua, namun hingga kini peredaran miras masih marak terjadi dan dijual bebas.

Aliansi Mahasiswa Pemuda Dan Rakyat (Ampera) Papua sepakat miras ‘membunuh’ orang Papua.

“21 Juni 2018 kita dikagetkan dengan penangkapan 2 kontainer miras yang diamankan Kodam Cenderawasih sebelum didistribusikan dipengecer. Kebijakan Kodam ini patut diapresiasi semua pihak.

Kami mendukung langkah Kodam XVII/ Cenderawasih dalam mengamankan 2 container miras beberap waktu lalu itu,” tegas Stenly Salamahu Sayuri kepada wartawan, Kamis (5/6) sore.

Stenly juga mengakui maraknya peredaran miras di tanah Papua mengakibatkan banyak pihak yang dirugikan termasuk OAP.

“Miras menurut kami merupakan kepentingan kapitalis yang terstruktur sistematis dan masif yang bertujuan mengeksploitaisi orang Papua yang berakibat pemusnahan etnis,” jelas Stenly.

Disampaikan, selama ini banyak dalil yang dipakai untuk melegalkan peredaran miras di Tanah Papua seperti menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menarik simpati wisatawan asing, hingga regulasi yang kontradiksi menurut beberapa pihak yang diuntungkan akibat peredaran miras di Papua.

“Sekali lagi miras ini banyak memakan korban OAP sehingga kita Ampera Papua menyatakan sikap, mendukung kebijakan yang kemudian dikeluarkan Pangdam XVII Cenderawasih yang mengamankan miras PT. Sumber Mas Jaya Papua yang disinyalir direkturnya adalah OAP sendiri,” kata Stenly dengan nada kecewa.

Kita juga menolak dalil bahkan segala macam cara untuk melegalkan miras di tanah Papua, karena tujuan diedarkan miras itu sangat buruk, mengancam nyawa manusia,” ujarnya lagi.

Pihak Ampera juga mendukung pemberlakuan peraturan daerah tentang miras di tanah Papua.

Sebelumnya 1.200 karton atau 9.720 liter miras dalam dua truk kontainer diamankan Kodam XVII/Cenderawasih, saat hendak diangkut keluar pelabuhan Laut Jayapura, Kamis (21/6) malam.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi mengatakan, tindakan yang diambil berawal dari informasi yang diterima Den Intel Kodam XVII/Cenderawasih bahwa ada pengiriman Minuman Keras (Miras) dalam jumlah besar dari Jakarta ke Jayapura maka dilaksanakan pengintaian sejak menjelang Idul Fitri di Pelabuhan Jayapura.

“Sesuai data yang kami peroleh, rincian miras yang berhasil diamankan terdiri dari 600 karton Mansion House (Whisky) @24 botol ukuran 350 ml atau 5040 liter, 600 karton Javan Anggur (Anggur Merah) @ 12 botol ukuran 650 ml atau 4680 liter yang totalnya sebagaimana kami sampaikan tadi, ” jelas Kapendam. (FN)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.