Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : 0822-8166-4736

Sebanyak 23 Orang Tenaga Medis RSUD Muaradua, Masih Jalani Isolasi di Hari Raya

Loading...

OKU Selatan – 23 orang tenaga medis Rumah sakit umum daerah Muaradua kabupaten Ogan Komering Ulu ( OKU) Selatan, terhitung 7 ini. Masih menjalani karantina selama 14 hari di Rumah sehat yang telah disediakan pemerintah daerah melalui gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Komplek Islamic Center, Senin ( 25/05/2020).

Adapun tujuan dari karantina yang telah dilakukan, karena saat bertugas di RSUD Muaradua mereka menangani pasien dari berbagai daerah di OKU Selatan, dihawatirkan dari banyaknya pasien yang berobat tersebut, ada yang tidak jujur terkait riwayat penyakit dan juga riwayat perjalanan sebelum sakit.

Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, maka setiap nakes yang selesai bertugas selama 14 hari di RSUD Muaradua diharuskan menjalani isolasi di rumah sehat Covid-19 yang terletak di Komplek Islamic Centre Muaradua.

Semestinya, di momen Hari Raya Idul Fitri merupakan momen berkumpul bersama keluarga, makan bersama, bercengkerama hingga mungkin membuat foto keluarga dengan tulisan ucapan Hari Lebaran.Namun, kesempatan tersebut tidak bisa di rasakan bagi para tenaga medis RSUD Muaradua, lantaran harus bertanggung jawab dengan pekerjan mereka.

Seperti yang di ungkapakan, Suwita Deri Am.Kep., Ia tak pernah membayangkan merayakan Idul Fitri sendirian di dalam kamar akibat pandemi Corona (COVID-19). Karena sebagai perawat yang menangani langsung para pasien di RSUD Muaradua membuatnya berpisah dengan keluarga dan tinggal di rumah sehat Covid-19.

” Ada kerinduan yang mendalam saat malam hari, biasanya selalu mencium anak bila akan tidur, sampai menetes air mata saya, sudah sejak sepekan jelang berakhirnya Ramadhan, dia bersama 22 rekannya menempati rumah sehat covid-19. Pada Lebaran kali ini tradisi maaf-maafan hanya dilakukan lewat telepon dan video call sebagai pengobat rindu bersama keluarga, ” Ungkapnya.

Sebelumnya, sebanyak 23 tenaga medis RSUD Muaradua telah menjalani karantina di rumah – masing selama 14 hari, lalu kemudian menjalani karantina di Rumah sehat selama 14 hari juga, demi menghindari hal-hal yang tidak di inginkan dan untuk sementara komunikasi dengan keluarga beserta sanak family cukup dilakukan melalui video call saja.

” Selama menjalani karantin, dan pada hari raya hanya suami yang datang menemuinya, itupun hanya sekedar mengantar makanan dan keperluan pribadi, itu pun dilakukan hanya sebatas luar gedung dan menerapkan protokol kesehatan, ” teranganya.

Hal yang sama diungkapkan Seli Helina S.Tr. Keb, yang juga tenaga medis di RSUD Muaradua. Pada Idul Fitri kali ini dirinya harus menahan rindu dengan keluarga demi kebaikan bersama dan tugas.

“Jujur rindu akan berkumpul saat lebaran bersama keluarga selalu muncul, tapi di sisi lain tugas dan keinginan memutus mata rantai COVID-19 juga jadi tanggung jawab kami, memang berat rasanya meninggalkan keluarga, apalagi ketika suasana lebaran seperti ini, namun ini memang tugas yang harus kami tunaikan,” katanya.

Ditengah kesedihan karena tidak dapat berkumpul bersama keluarga, para tenaga kesehatan ini merasa terhibur saat Direktur RSUD Muaradua datang mengunjungi mereka pada hari kedua Idul Fitri.

“Saya merasa terharu ketika direktur RSUD Muaradua datang berkunjung dan bersilaturahmi serta berbagi kebahagiaan di Hari Raya Idul Fitri bersama saya dan rekan-rekan yang lain,” tutupnya. (Suardi)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.