Satu Calon Jamaah Haji Asal Kaur Resmi di Berangkatkan ke Tanah Suci

Kaur – Sebanyak satu orang Calon Jamaah Haji (CJH) tambahan dari Kabupaten Kaur tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 17 Padang gelombang kedua, resmi diberangkatkan,calon jamaah haji masuk ke asrama haji pada hari senin sore tanggal 19/06/2023.

Kepala Kantor Kemenag Kaur H. Irawadi,S.Ag, MH.I melalui Kasi Haji dan Umroh (PHU) Bujang Ruslan, M.Pd menyebutkan, Jemaah calon haji kuota tambahan se Provinsi Bengkulu yang berjumlah sebanyak 142 orang akan menginap semalam di Asrama Haji Bengkulu sebelum diberangkatkan menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) melalui Embarkasi Antara Fatmawati Soekarno Bengkulu tanggal 20 Juni pukul 21.20 wib. Sesuai jadwal tiba di BIM Padang pkl 22.20 dan keesokan harinya dari BIM Padang pada pkl 03.20 wib

Seluruh calon jemaah haji Provinsi Bengkulu 142 orang tergabung dalam kloter 17 gelombang ke-2 bersama calon jemaah haji asal Provinsi Sumatera Barat yang berjumlah 172 orang terbang langsung menuju Jeddah.
Dari BIM Padang seluruh jemaah calon haji telah menggunakan pakaian kain ihram untuk melaksanakan wajib umrah dan berniat ihram di atas pesawat garuda mulai dari batas Miqat Yalamlam sekitar 25 menit sebelum mendarat di Bandara Internasional Jeddah, Saudi Arabia. Setelah semua barang tiba di hotel, lalu dilanjutkan dengan pelaksanaan ibadah umrah untuk Thawab di Masjidilharam, Sa’i dan diakhiri dengan Tahalul umrah.
Dia juga dalam kesempatan itu juga memberikan selamat dan doa kepada para CJH.

“Kami do’akan Selamat untuk menunaikan rukun islam yang ke 5, mudah-mudahan lancar tanpa halangan menuju baitullah, arafah, Muzdalifa, mina, pergi dengan selamat dan sehat, begitupun pulangnya, do’a kami insyaallah memperoleh haji mabrur .tutup Bujang Ruslan, M.Pd
Adapun satu jamaah yang akan diberangkat sebagai CJH tambahan, yakni: Rahsan Jakfar Latip (73) tahun Desa Tanjung Betuah Kecamatan Nasal. Beliau adalah jamaah kuota cadangan yang telah melunasi dan menyiapkan seluruh persyaratan pemberangkatan misalnya kesehatan, administrasi paspor dan visa pada kuota reguler tetapi kuotanya sudah penuh. Ketika ada kuota tambahan langsung berangkat. Sementara itu kuota cadangan dari Kab. Kaur yang lain tidak mau memenuhi kewajiban melunasi maupun adminstrasi lainnya dengan alasan tertentu misalnya terpisah dengan keluarga atau sakit atau mengetahui sebagai cadangan.

Oleh karena itu, kedepan seharusnya ketika calon haji ada panggilan untuk memenuhi persyaratan meskipun sebagai kuota cadangan harus respon sebagaimana di kabupaten lain banyak yang diberangkatkan karena telah memenuhi kewajibannya, kata Kepala Kantor Kemenag Kaur melalui Kasi PHU Bujang Ruslan, M.Pd.(#499)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.