Satreskoba Polres Sidoarjo Panen Tangkapan Ganja Sintetis

Nusantaraterkini.com (Sidoarjo)– Khaled WM Owda (28 tahun) ditangkap Satreskoba Polres Sidoarjo saat konsumsi ganja sintetis di apartemen daerah Waru, Sidoarjo, Kamis (11/2/2021). Wakapolresta Sidoarjo, AKBP Deny Agung mengatakan penangkapan terhadap pelaku tersebut berdasarkan informasi masyarakat.

“Saat proses penggerebekan petugas menemukan 2 klip ganja sintetis seberat 4,5 gram,” jelas Deny, begitu panggilan akrabnya, saat konferensi pers di Mapolresta Sidoarjo, Kamis (18/2/2021).

Deny menambahkan Khaled beserta barang buktinya kemudian dibawa menuju Mapolresta Sidoarjo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan, Deny menjelaskan paspor milik Khaled ternyata sudah kadaluarsa.

“Dari hasil pemeriksaan, dia mengaku sudah dua tahun berada di Indonesia. Selama dua bulan terakhir berada di Sidoarjo. Paspornya sudah mati tahun 2018. Pelaku juga sedang dicari-cari pihak imigrasi,” bebernya.

Ditanya dari mana Khaled mendapatkan ganja sintetis tersebut, Deny menjawab pihak kepolisian sampai saat ini masih melalukan penyelidikan. Ia menyebut pihaknya akan terus melakukan pengembangan untuk bisa menangkap pengedar barang haram tersebut.

“Kami sudah mengantongi identitas pelaku serta ciri-cirinya. Apabila sudah tertangkap akan kami sampaikan,” katanya.

Dari hasil pengembangan, Deny menjelaskan Satreskoba Polres Sidoarjo berhasil menangkap jaringan lainnya sebagai pembuat sekaligus pengedar ganja sintetis Tersangka atas Stenly Wisnu Pradana (20) warga asal Sedati Sidoarjo yang ditangkap selisih satu hari setelah penangkapan Khaled. Pemuda kelahiran Makassar ini diringkus saat mengedarkan ganja sintetis di SPBU kawasan Tropodo, Waru, Jumat (12/2/2021).

“Saat penangkapan di lokasi kami menemukan barang bukti 1 klip berisi ganja sintetis dari tangan pelaku yang hendak melakukan transaksi. Ternyata tersangka Stenly tak hanya menjadi pengedar, melainkan memproduksi sendiri ganja sintetis di rumahnya,” ucap Deny.

Saat dilakukan penggeledahan di rumah kos pelaku itu, Deny mengatakan pihaknya menemukan 4 klip berisi ganja sintetis seberat 372,5 gram, 3 bungkus plastik tembakau gayo hijau super premium beratnya 3,25 gram, serta 2 botol cairan methanol dan ethanol. Khaled dikenakan Pasal 112 UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun. Sedangkan tersangka Stenly disangkakan Pasal 114 dan 129 UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Untuk proses hukum pelaku Khaled yang berstatus WNA ini jelas kami akan menginformasikan ke Imigrasi. Prosesnya nanti akan kami ikuti sesuai aturannya,” pungkasnya.

Frankie Herdinanto selaku kuasa hukum Khaled, Jumat (19/2/2021) menjelaskan kliennya tinggal di Indonesia sebagai pencari suaka dibawah naungan UNHCR. Ia menyampaikan menurut keterangan Khaled bila dirinya sudah melaporkan ke UNHCR terkait keberadaannya di Jawa Timur untuk segera bisa diurus ke imigrasi.

“Sampai saat ini pihak Kedutaan Palestina dan UNHCR tidak ada yang melakukan pendampingan,” ujarnya. (Fajar Yudha Wardhana)

Rekomendasi

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.