Ayo Gabung, Menjadi Jurnalis Profesional, di Seluruh Indonesia, Kontak : 082279249494

Satgasgakkum Terlibat Baku Tembak Di Papua, 1 Anggota KKSB Tewas

NusantaraTerkini.Com, Papua – Satuan Tugas Penegakkan Hukum (Satgasgakkum) gabungan TNI/Polri terlibat kontak tembak dengan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) pimpinan Goliat Tabuni saat patroli rutin, di Kampung Gubuleme Distrik Tingginambut Pucak Jaya, Papua sekitar pukul 6.45 Wit, Senin (1/10) pagi.

Dari baku tembak tersebut, satu orang dari kelompok KKSB ditemukan tewas tertembak.

TNI juga menyita 1 pucuk senjata laras panjang jenis Lee-Enfield ( LE ) buatan Ingris, 2 buah kamera digital, sejumlah Dokumen TPN/OPM, 1 Pucuk Pistol Revolver, puluhan butir munisi berbagai kaliber, 1 Senapan angin, 2 unit Alat komunikasi ( Handphone ), Rangkaian munisi Senapan Otomatis (SO) 2 unit Laptop, dan bendera bintang kejora di markas Goliat Tabuni itu.

“Tim Patroli Satgasgakkum TNI kekuatan 20 orang dipimpin Lettu Inf Angga awalnya melihat bendera Bintang Kejora di atas ketinggian. Setelah di dekati ternyata tempat tersebut merupakan Markas KKSB kelompok Goliat Tabuni (GT) dengan pasukannya sekitar 50 orang bersenjata campuran,” jelas
Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi, Senin (1/10) malam.

Kata Aidi, pasukan TNI memberikan peringatan dan ultimatum agar KKSB menyerah namun tidak diindahkan, “justru mereka melancarkan tembakan ke arah pasukan TNI sehingga terjadi kontak tembak yang tidak dapat dihindarkan.

Belum bisa dipastikan senjata mereka ada berapa pucuk jumlahnya karena pandangan terhalang oleh semak-semak, namun mereka melancarkan tembakan cukup gencar,” tambah Kapendam menjelaskan kronologis awal baku tembak terjadi.

Setelah kontak tembak berlansung sekitar 30 menit, KKSB pimpinan GT akhirnya terdesak dan melarikan diri ke balik ketinggian lalu masuk ke hutan lebat, Satuan TNI melaksanakan pengejaran dan berhasil menguasai Markas GT.

“Korban yang tewas sampai saat ini belum bisa diidentifikasi dan belum bisa dievakuasi. Medan sangat berat terdiri dari pegunungan dan jurang yang curam, sementara pemukiman penduduk terdekat dari TKP sekitar satu sampai dua kilo meter melintasi juran,” katanya lagi.

Dikatakan, sampai saat ini pihaknya mendapat laporan bahwa pasukan masih terus mendapatkan gangguan dari pihak KKSB, sehingga nggota masih bertahan di bekas markas GT.

“TNI/Polri terus menghimbau kepada KKSB agar segera menyerahkan diri beserta senjatanya, Peluang tersebut selalu terbuka seluas-luasnya, bila mereka dengan kesadaran menyerahkan diri berikut senjatanya kami akan jamin keamanan dan keselamatannya, karena kontak tembak adalah pilihan terakhir dan selalu kami hindari,” ujarnya. (Fai/jpra)

Redomendasi
Comments
Loading...