Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : 0822-8166-4736

Saat Melakukan Oral Sek Korban Dijerat Dari Belakang Oleh Pasangan Sejenis

Loading...

BENGKULU – Pasangan sejenis di Bengkulu berinisial WA (22) dihabisi saat bercinta dengan dua orang pasangan sejenisnya. Selain dicekik, korban dipukul menggunakan besi yang telah dipersiapkan MU (16) dan AL (20), sekira pukul 19.30 WIB pada Rabu (20/5/2020).

Korban meregang nyawa di salah satu pondok tak jauh dari bendungan PLTA Musi, Desa Susup, Kecamatan Merigi Sakti, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu. Jasad korban dibuang kedalam aliran sungai Desa setempat.

“Saat korban melakukan oral seks dengan salah satu tersangka, tersangka lain menjerat menggunakan ikat pinggang dari belakang. Dan dipukul menggunakan besi shock motor,” kata Kasat Reaskrim Polres Bengkulu Tengah, Iptu Rahmat.

Aksi pembunuhan terbongkar setelah salah satu warga mendapati ceceran darah dan sepeda motor jenis Yamaha Vixion milik korban diseputaran lokasi. Berbekal informasi warga, otoritas Kepolisian setempat berhasil menangkap kedua pelaku kurang dari 24 jam.

Rahmat mengatakan, para tersangka nekat membunuh dipicu sakit hati lantaran korban sempat tak membayar jasa kencan bersama kedua pelaku beberapa bulan lalu. Kedua tersangka yang telah menjadi tahanan petugas bakal terbelit kasus pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan berencana.

Setelah dua hari pencarian, petugas Basarnas Provinsi Bengkulu, BPBD Kabupaten Bengkulu Tengah diback up TNI Polri berhasil menemukan jasad Wino Adi. Korban ditemukan tersangkut dialiran sungai Aur PLTA Musi sekira pukul 10.00 WIB pada Jum at (22/5/2020).

Jasad Wino Adi ditemukan oleh tim 700 meter dari lokasi kejadian. Meski dalam kondisi utuh, petugas menemukan sejumlah luka pada kepala dan bagian tubuh korban. Jenazah saat ini dibawa Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu untuk dilakukan Pemeriksaan.

“Tim dimudahkan dalam proses pencarian korban karena pihak PLTA menahan arus air sehingga aliran air menjadi menyusut dan akhirnya jasad korban terlihat dari permukaan sungai,” jelas Rahmat.

Rekomendasi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.