Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Rutan Dibakar, DPR ‘Sentil’ Menteri Laoly

Loading...

Napi Tengah di Evakuasi dengan pengawalan Ketat Polisi

Napi Tengah di Evakuasi dengan pengawalan Ketat Polisi

PENJARA menjadi salah satu titik lemah dalam upaya bersama memerangi sindikat narkoba. Asumsi itu seolah diperkuat setelah terjadinya pembakaran lapas Malabero Bengkulu pada Jumat malam (25/3). Seperti pernyataan Bambang Soesatyo, hal itu disebabkan masih saja ada oknum sipir yang berani kongkalikong dengan bandar narkoba.

“Dari luar, tampak sangat jelas bahwa titik lemah itu ada pada Ditjen Pemasyarakatan Kemenkum HAM. Mestinya, tidak ada lagi toleransi bagi oknum sipir LP yang berperilaku menyimpang,” kata Ketua Komisi III DPR, politikus yang akrab disapa Bamsoet, Minggu (27/3).

Lapas, menurut Bamsoet, bagi terpidana narkoba sudah disfungsi. Meski dijaga ketat, LP narkoba masih saja gagal menjadi instrumen yang berfungsi mereduksi perdagangan dan peredaran narkoba.

Bahkan, katanya, LP berubah fungsi menjadi ‘kantor’ bagi sejumlah terpidana kasus narkoba untuk mengelola dan mengendalikan bisnis barang haram itu. “Gejala gagal fungsi LP narkoba sudah terlihat sejak lama. Namun, pemerintah belum bersungguh-sungguh memperbaiki efektivitas LP narkoba,” jelasnya.

Karenanya, Bamsoet menyarankan agar Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menjalin kerja sama khusus dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk melaksanakan program pembersihan internal di Ditjen PAS. Yasonna, lanjut Bamsoet, harus mengakui bahwa upaya bersih-bersih di internal Ditjen PAS hingga saat ini belum menghasilkan kemajuan.

“Saya berharap Presiden Joko Widodo mau meminta jaminan dari Menkum HAM tentang program pembersihan internal guna mengeliminasi sel-sel sindikat narkoba dari kementerian itu,” pungkas Bamsoet

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.