RSUD M Yunus Kota Bengkulu : Cara Mengurus Jenazah Pasien Covid-19 Sesuai Aturan Kemenkes

Bengkulu,Nusantaraterkini.com – Rumah sakit umum daerah kota bengkulu mematuhi protokol yang dikeluarkan Kemenkes  mengenai proses Protokol Pemulasaran Jenazah pasien positif Covid-19.

Dan ini protokol yang dipatuhi RSUD M Yunus Kota Bengkulu

Banyak warga takut tertular virus corona jika ada mayat Covid-19 di wilayah mereka.

Padahal, jenazah pasien Covid-19 telah diperlakukan sedemikian rupa sehingga dijamin steril dari virus yang bisa menularkan Coronavirus Disease (Covid-19).

Protokol atau tata cara mengurus jenazah bervirus corona telah dipatenkan oleh Kementerian Kesehatan, dan sejalan dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Aturan tertuang dalam Pedoman Pencegahan Dan Pengendalian Covid-19 diterbitkan pada 27 Maret 2020 lalu.

Pedoman tersebut menjelaskan surveilans dan respons, manajemen klinis, pencegahan dan pengendalian infeksi, pengelolaan spesimen dan konfirmasi laboratorium, serta komunikasi risiko dan pemberdayaan masyarakat.

Pada bab pencegahan dan pengendalian infeksi menjelaskan beberapa langkah untuk pemulasaraan jenazah yang meninggal akibat terinfeksi virus corona. Pedoman ini memuat sejumlah prosedur keamanan dalam mengurus jenazah Covid-19

Inilah langkah-langkah pemulasaran jenazah pasien terinfeksi Covid-19:

  1. Petugas kesehatan harus menjalankan kewaspadaan standar ketika menangani pasien yang meninggal akibat penyakit menular.
  2. APD harus digunakan petugas yang menangani jenazahjika pasien tersebut meninggal.
  3. Jenazah harus terbungkus seluruhnya dalam kantong jenazahyang tidak mudah tembus sebelum dipindahkan ke kamar jenazah.
  4. Jangan ada kebocoran cairan tubuh yang mencemari bagian luar kantong jenazah.
  5. Pindahkan sesegera mungkin ke kamar jenazahsetelah meninggal dunia.
  6. Jika keluarga pasien ingin melihat jenazah, diijinkan untuk melakukannya sebelum jenazahdimasukkan ke dalam kantong jenazah dengan menggunakan APD.
  7. Petugas harus memberi penjelasan kepada pihak keluarga tentang penanganan khusus bagi jenazahyang meninggal dengan penyakit menular. Sensitivitas agama, adat istiadat dan budaya harus diperhatikan ketika seorang pasien dengan penyakitmenular meninggal dunia.
  8. Jenazah tidak boleh dibalsem atau disuntik pengawet.
  9. Jika akan diotopsi harus dilakukan oleh petugas khusus, jika diijinkan oleh keluarga dan Direktur Rumah Sakit.
  10. Jenazah yang sudah dibungkus tidak boleh dibuka lagi.
  11. Jenazah hendaknya diantar oleh mobil jenazah
  12. Jenazah sebaiknya tidak lebih dari 4 (empat) jam disemayamkan di pemulasaraan jenazah.

Perlakuan ini juga diperuntukkan bagi jenazah dengan status PDP yang belum mendapatkan hasil pemeriksaan laboratorium Covid-19.

Khusus untuk penanganan jenazah terinfeksi virus corona yang beragama muslim, Majelis Ulama Indonesia pun telah mengelurkan Fatwa Nomor 18 Tahun 2020 Tentang Pedoman Pengurusan Jenazah (Tajhiz Al-Jana’iz) Muslim Yang Terinfeksi Covid-19.

Dalam fatwa ini dijelaskan mengenai pedoman pengurusan jenazah umat muslim yang terinfeksi virus corona. Mulai dari memandikan, mengafani, menyalatkan hingga menguburkan jenazah yang wafat akibat terpapar Covid-19.

(Tim / ADV)

 

 

 

 

 

 

Rekomendasi
Loading...

Ruangan komen telah ditutup.