RSMY Siap Luncurkan 10 Vaksinator Covid-19

Bengkulu,Nusantaraterkini.com – Sebanyak 10 tenaga vaksinator disiapkan oleh RSUD Dr M Yunus Bengkulu untuk melaksanakan vaksinasi covid-19 yang telah dimulai bagi tenaga kesehatan dan akan dibuka untuk masyarakat umum pada April mendatang. Ini sebagaimana diungkapkan Direktur RSUD M Yunus Bengkulu, dr. Zulki Maulub Ritonga, Jumat (15/1).
“Tenaga vaksinator tersebut merupakan tenaga kesehatan di lingkungan rumah sakit yang telah diberikan pelatihan sebelumnya. Diketahui bahwa nantinya ada 1,3 juta jiwa masyarakat Bengkulu yang menjadi sasaran suntik vaksin,” ujarnya.

Zulki menyebutkan, sesuai standar operasional yang tela ditetapkan Kementrian kesehatan satu tenaga vaksinator ditargetkan mampu melakukan 40 hingga 70 vaksinasi setiap hari. Namun melihat sarana dan prasarana yang ada di rumah sakit saat ini, ditargetkan 200 vaskinasi bisa dilakukan perharinya.
“Kalau ada 10 vaksinator maka target kita setiap hari nantinya bisa melakukan vaksinasi setiap hari,” ujarnya.

Ia mengatakan, vaksinasi terhadap tenaga kesehatan di lingkungan rumah sakit telah dimulai. Sebelumnya sempat terkendala dengan proses pendaftaran untuk mendapatkan tiket pelaksanan vaksinasi.
“Kalau tenaga kesehatan sudah siap divaksin, kita minta masyarakat juga jangan ragu karena setelah vaksinasi tidak ada masalah,” kata Zulki.

Ia mengatakan, kriteria penerima vaksin sesuai buku petunjuk dari Kementrian Kesehatan berdasarkan hasil uji coba di Bandung, Jawa Barat adalah berusia 18 – 60 tahun. Bagi masyarakat yang tidak masuk usia itu, kata Zulki, bukan berarti tidak divaksin, namun masih menunggu hasil perkembangan penelitian terkait penggunaan vaksinnya.
“Jadi tidak perlu khawatir, sabar saja akan ada penelitian lanjutan begitu termasuk juga pemberian vaksin pada anak – anak,” ungkapnya.

Zulki menerangkan pemberian vaksin diharapkan mampu menekan angka peneybaran covid – 19 secara nasional. Saat ini rumah sakit masih merawat sekitar 13 pasien yang terkonfirmasi positif covid-19. Jumlah itu mengalami penurunan dari tahun lalu yang pernah mencapai 30 pasien.
“Untuk kamar isolasi yang kita siagakan ada 40 kamar. Kita bersyukur jumlah pasien yang dirawat semakin menurun,” pungkasnya.

(Tim/ADV)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.