RSKJ Soeprapto Memiliki 80 Ruangan, SDM dan Metode Mumpuni Dalam Rehabilitasi Pasien Narkoba

Bengkulu, Nusantaraterkini.com– Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Soeprapto Bengkulu sebagai Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Narkoba yang ditunjuk pemerintah di Provinsi Bengkulu tentunya memiliki fasilitas, SDM, dan metode yang mumpuni dalam menjalankan tugasnya.

RSKJ Soeprapto saat ini memiliki 80 ruangan untuk pasien rawat inap narkoba, 12 Tenaga Kesehatan (Nakes) ditambah 2 konselor adiksi dan Metode terapi rehabilitasi yang baik.

Hal ini dijelaskan oleh kepala rehabilitasi Narkoba RSLJ Soeprapto Bengkulu, Hester Simanjuntak.

“Kita memiliki dua konselor adiksi yaitu mantan pecandu yang sudah berhasil sembuh dan bersertifikat profesional, sementara untuk kapasitas ruang inap saat ini lumayan cukup,” terang Hester

para pasien ini sendiri akan menjalani pemulihan selama 3 bulan dengan berbagai treatment yang diberikan dan sudah terjadwal oleh para perawat seperti terapi komunitas dan agama.

Tahapan Rehabilitasi Narkoba RSKO Jakarta

Hester mengatakan faktor terbesar dari berhasilnya proses pengobatan narkoba ini sangat bergantung pada diri pasien itu sendiri dan support sistem dari para pasien yakni lingkungan dan keluarga.

Pasalnya dari pengakuan pemakai narkoba, biasanya seseorang pakai narkoba pasti ada penyebabnya. Rata-rata karena lingkungan, coba-coba.

Padahal permasalahan awalnya jelas pada hubungan pasien dengan keluarganya, karena pasien tidak berani untuk bercerita pada keluarnya.

Heater pun berpesan pada setiap masyarakat bengkulu khususnya orang tua yang mengetahui anaknya menggunakan narkoba untuk sesegera mungkin membawa sang anak ke rehabilitasi narkoba.

“Jangan ragu untuk melakukan rehab Narkoba di RSKJ Soeprapto, selain memiliki fasilitas cukup lengkap, juga menggunakan metode rehabilitasi yang mumpuni oleh tenaga kesahatan profesional,” pungkas Hester.(Adv)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.