Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Rokor dan Sinkronisasi Tematik Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PPDT)

Loading...

Morotai – Badan Pembangunan Daerah Tertinggal Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Maluku Utara bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai menggelar kegiatan rapat koordinasi dan sinkronisasi tematik Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PPDT), di hotel perdana, Rabu (27/3/2019).

Kegiatannya bertema ‘pembangunan ekonomi berbasis sumber daya lokal untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah tertinggal’.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten I Bidang Pemerintahan dan Hukum Muchlis Baay, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Maluku Utara diwakili oleh Kepala Bidang PPDT Provinsi Maluku Utara Darmawati Dahmah, pimpinan SKPD terkait dilingkup Pemkab Pulau Morotai, para Camat dan Para Kepala Desa se Kabupaten Pulau Morotai, Para Ketua BUMDes dan UMKM Kabupaten Pulau Morotai.

Burhan Hamid dalam sambutannya mengatakan maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah mengkoordinasikan kegiatan bidang ekonomi dalam menunjang pengembangan ekonomi lokal di Kabupaten Pulau Morotai. Mekanisme pelaksanaan secara umum meliputi peningkatan nilai tambah dan orientasi pasar, termasuk kebutuhan tersedianya lokasi dilaksanakan yang mencerminkan kawasan-kawasan agrowisata, minapolitan perikanan dan lain-lain.

“Dengan pengembangan ekonomi berbasis sumberdaya lokal untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah tertinggal,” jelas Burhan.

Sementara sambutan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Hukum Setda Pulau Morotai, Muchlis Baay, saat mewakili Bupati mengatakan Pemkab Morotai sangat berharap agar semua pihak terus berupaya mendorong percepatan pembangunan di daerah yang kita cintai ini, sehingga benar-benar terwujud program dari Kementerian Tenaga Kerja yang bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai.

“Peningkatan stabilitas ekonomi nasional bertolak dari tema pokok kegiatan pada hari ini Pemkab Pulau Morotai menjadi living sektor, sektor pertanian, sektor kelautan dan sektor perikanan serta sektor pariwisata.  Provinsi Maluku Utara dan Kabupaten Pulau Morotai ini menjadi berkah dengan letak daerah itu, maka sumber daya kelautan kita itu dapat dimanfaatkan secara optimal dalam rangka menunjang Ekonomi Berbasis Lokal,” harapnya.

Ia menuturkan, dalam kebijakan nasional pemerintah pusat menetapkan Kabupaten Pulau Morotai sebagai kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN). Jadi ada 10 Destinasi Pariwisata yang dinamakan dengan 10 Bali baru, Kabupaten Pulau Morotai adalah salah satu dari 10 Bali baru tersebut.

Dengan demikian pengembangan ekonomi berbasis pertanian, kelautan, perikanan maupun pariwisata dapat ditingkatkan dan dikembangkan menjadi kebijakan nasional berbasis kegiatan lokal untuk kegiatan Kelautan, perikanan  dan pariwisata maka ada beberapa kebijakan nasional yang ditempatkan di Morotai di antaranya, penempatan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT).

“Jadi perlu diketahui dengan adanya SKPT ini juga telah menembus Pasar ekspor di beberapa Kabupaten di Maluku Utara merupakan salah satu daerah yang bisa menembus ekspor untuk komoditas Kelautan dan Perikanan,” katanya.

Ia menambahkan beberapa kegiatan dari Kementerian PDT yang berada di Kabupaten Pulau Morotai, diharapkan dengan rapat koordinasi dan sinkronisasi ini sumber daya lokal yang ada dapat dimanfaatkan untuk kemajuan daerah mulai dari sektor pertanian, perikanan dan pariwisata serta dapat bermanfaat kesejahteraan masyarakat. (Ojemona)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.