Ritual Usir Pocong, Pemdes Padomasan Datangkan Spiritual Luar Daerah Dinilai Warga Tidak Beretika

Jember- Ritual pengusiran mahluk halus berupa hantu hantu pocong di Tempat Pemakaman Umum (TPU), yang digelar oleh Pemerintah Desa Padomasan Kecamatan Jombang Kabupaten Jember, warga menilai tindakan tersebut berlebihan dan dianggap tidak memiliki etika.Minggu, (17/01/21). 

Pasalnya ritual yang dilaksanakan pada malam jum’at legi yang lalu, menurut pihak desa bermaksud hanya ingin meredakan issu saja terkait teror munculnya hantu pocong.

Namun Pihak Pemdes justru harus susah payah mendatangkan ahli spiritual dari luar Kabupaten Jember. Kedatangan ahli spiritual itu, kini memantik persoalan dan tanda tanya dikalangan warga Padomasan.

“Itu sah sah saja, tapi jangan terlau berlebihan, sampai mengundang seseorang yang katanya merasa mumpuni dibidangnya dari luar kota.Kalau cuma sekedar melakukan pengajian tahlilan (dengan mengundang tokoh luar daerah) saya mendukung, ” kata salah satu warga desa Padomasan bernama Sugeng saat dikonfirmasi wartawan.

Bagi Sugeng, menyikapi ritual dan sejauh mana keberadaan mahluk halus mengganggu, hal itu tergantung kepercayaan dari pribadi masing masing warga.

Namun yang perlu ditegaskan adalah soal etika. Kata Dia, di Desa Padomasan sendiri keberadaan ahli spiritual atau istilah orang jawa menyebutnya sesepuh sebenarnya sangat banyak.

Ia menambahkan, kalau hanya ingin membuktikan keberadaan hantu pocong yang kabarnya bergentayangan mengganggu warga di sekitar makam dan mengusirnya supaya kembali ke asalnya, dirinya siap menjadi mediator jika diminta pihak desa.

“Kita harus punya etika, jadi tidak perluh jauh-jauh kita mendatangkan seseorang yang katanya dari banyuwangi. Ini sama saja buang buang energi, biaya atau tenaga, ” terangnya.

Ritual pengusiran mahluk halus, menurut Sugeng, sebenarnya tidak perlu bersusah payah digelar di TPU yang akhirnya berpotensi menimbulkan kerumunan massa.

Padahal saat ini Pemerintah sedang gencar-gencarnya menerapkan protokol kesehatan secara ketat, karena covid-19 belum mereda.Katanya, ritual cukup digelar di desa saja dengan menghadirkan sedikit undangan.

“Kalau Pemerintah Desa sendiri ini menghadirkan ahli spiritual di TPU secara tidak langsung warga yang mendengar penasaran, yang pada akhirnya menjadi tempat berkumpulnya massa, ” ujarnya.

Sugeng menyarankan, semestinya ritual cukup mengaji di Balai Dusun atau Balai Desa dan tidak harus turun ke TPU yang lokasinya tepat di pinggir jalan.

Karena ini berpotensi menimbulkan pertanyaan warga yang kebetulan lewat di depan makam dan efeknya bisa timbul isu-isu yang tidak sedap.

“Namanya menetralisir itu tidak harus seperti itu, cukup beberapa orang datang tengah malam jam 1 sendirian atau berdua di dampingi saksi sudah cukup.Yang saya maksud beliaunya yang diundang, jadi tidak harus seperti ini didampingi banyak orang, ” ucap Sugeng.

Sementara Kepala Desa Padomasan, Trimanto, saat dikonfirmasi menyampaikan, terkait pelaksanaan ritual pengusiran hantu pocong semata-mata hanya untuk merespon desakan warga, agar pihak desa menetralisir area makam dari pengaruh mahluk halus yang isunya selama ini telah menteror warga Padomasan.

“Karena banyak yang curhat ke perangkat dan dirinya, berarti ada tanggapan itulah usaha saya dan perangkat untuk minta kepada yang maha kuasa biar padomasan kondusif, ” ujar Trimanto.

Trimanto menambahkan, ritual ini dalam rangka untuk meminta kepada Yang Maha Kuasa, terutama masyarakat yang kabarnya ditemui hantu pocong atau kuntilanak agar mereka tidak menemui masalah di kemudian hari.

Trimanto membenarkan, pihaknya memang sengaja mengundang ahli spiritual dari Banyuwangi, hal ini karena tokoh sesepuh Desa Padomasan yang ia undang jauh hari sebelumnya, malam itu berhalangan hadir karena sedang sakit.

Perihal kedatangan ahli spiritual dari Banyuwangi ke TPU dalam kegiatan yang dipersoalkan warga, Ia berdalih, yang bersangkutan hanya mampir saja.Kebetulan sedang mengunjungi salah satu teman dekatnya di Jombang dan kemudian diundang untuk diajak doa bersama di TPU.

“Terkait kerumunan massa, karena tempatnya di jalan poros akhirnya banyak orang yang bertanya-tanya, akhirnya banyak orang.Warga kok banyak sekali padahal saya tidak menghendaki seperti itu, ” pungkasnya.

Sebelumnya warga Desa Padomasan diresahkan isu penampakan pocong yang mengganggu warga beberapa pekan lalu.Rupanya isu tersebut ditanggapi serius oleh Pemdes Padomasan, sehingga Pihak Desa harus mendatangkan ahli spiritual dari luar kota.

Terlihat dilokasi, berlangsungnya acara ritual sontak membuat rasa penasaran warga sekitar untuk menyaksikan upaca ritual pengusiran hantu yang menyerupai Pocong

Dalam ritual ini tampak terlihat ratusan warga dari berbagai daerah beramai ramai berkumpul menyaksikan acara ritual yang berlangsung di TPU yang ada di dusun Krajan I Desa Padomasan Kecamatan Jombang pada Kamis, malam Jum’at legi kemarin (14/01/21) sekitar pukul 20.00 wib. (Tahrir)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.