Ridwan Zakariah : Terkait Isu Kerusakan Lingkungan Di Butur, Hukum Jangan Tumpul Keatas, Tajam Kebawah 

Debat cabup Buton Utara

Buton Utara – Kegiatan Debat Publik Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Buton Utara pada Selasa, 24 November 2020 sore tadi, menjadi hal yang menarik diulas kembali oleh sejumlah masyarakat.

Yang paling menjadi sorotan adalah pertanyaaan yang disampaikan moderator mengenai predikat rapor merah pelayanan kepada masyarakat dan isu kerusakan lingkungan akibat kegiatan pertambangan dan perambahan hutan (ilegal loging).

Sementara itu, potensi sumber daya alam andalan yang akan menjadi sumber pendapatan Buton Utara (Butur) adalah hasil hutan dan bahan alam seperti aspal, minyak dan onik yang mesti dioptimalkan dan tetap menjaga kelestarian hidup agar tetap terjamin kelanjutannya.

Saat menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh moderator mengenai kerusakan lingkungan yang dimaksud itu, Paslon nomor urut 1, Ridwan Zakariah-Ahali menjelaskan perlu ada regulasi yang tepat dari pemerintah baik Pusat, Provinsi maupun Kabupaten, yakni Kehutanan, yang saat ini segala bentuk kewenangan diserahkan urusannya kepada pemerintah Provinsi. Padahal pengawasan hutan dan pertambangan sangat penting dalam rangka pelestarian lingkungan hidup.

Dirinya menjelaskan, jika masa dulu ilegal loging hanya dilakukan pada malam hari, akan tetapi sekarang ini siang haripun begitu ramainya pengelolaan hasil kayu secara ilegal.

Untuk itu, dibutuhkan ketegasan dari pemerintah, integritas petugas-petugas kehutanan dan aparat yang berwenang melakukan sanksi kepada pengelola hutan dan merusak lingkungan.

“Jangan hukum tumpul keatas, tajam kebawah,”kata Ridwan Zakariah.

Sedangkan Paslon nomor urut 2, Aswadi Adam mengatakan, masyarakat harus diberikan edukasi sehingga tidak sembarangan melakukan kerusakan hutan dan penambangan.

Calon Wakil Bupati nomor urut 3, Suhuzu, menanggapi kegiatan ilegal logging bukan hal yang baru terjadi di Buton Utara, maka kedepan pihaknya akan membuat program pengalihan kegiatan seperti pemanfaatan lahan pertanian, agar tidak terjadi banjir dan bahaya semacamnya yang dapat menimbulkan dampak kerusakan lingkungan.(AG)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.