Revisi 2021 RPJMD Kota Tangerang Harus Sesuai Yuridis dan Sosiologis

Tangerang, Nusantaraterkini.com – Pemerintah Kota Tangerang berencana akan melakukan revisi terhadap Rancana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Perubahan tersebut mendapat respon dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang dan masyarakat.

Kritik Tegas disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Turidi Susanto menegaskan, Perubahan RPJMD tersebut, harus melihat landasan yuridis yang mengacu kepada Permendagri 86 tahun 2017 tentang penyusunan perencanaan dan evaluasi pembangunan.

Menurut beliau, Pada pasal 342 ayat 1 dan 3 menyebut bahwa perubahan RPJMD dapat dilakukan jika terjadi perubahan yang mendasar, yang salah satunya adalah perubahan kebijakan nasional.

“Lahirnya Permendagri No 90 tahun 2019 tentang klasifikasi, kodefikasi dan nomenklatur program mengakibatkan semua program dan kegiatan di dalam RPJMD harus disesuaikan,”ujar Turidi saat dimintai keterangan,(Senin 8/2/21)

Tentu, Perubahan RPJMD tersebut juga harus melihat kondisi dalam landasan sosiologis. Apalagi terkait dengan pandemi Covid-19 yang berdampak dalam berbagai sektor.

“Banyak sektor yaitu kesehatan dan ekonomi, lebih jauh berdampak juga terhadap pendapatan daerah sehingga perlu penyesuaian target pedapatan dan belanja daerah.

Sejatinya, Berkewajiban Pihak Pemkot mengajukan perubahan RPJMD harus nya sesuasi dengan kondisi pandemi agar selaras antara perencanaan dengan aktualisasi,”Ia Meminta, perubahan

RPJMD harus sesuai Permendagri No 90 Tahun 2019. maka, sejumlah nomenklatur banyak yang dirubah, penentuan program kegiatan dan target realasi program.

Beliau mengatakan, Pihaknya siap membahas perubahan tersebut dengan pihak eksekutif. Apalagi sektor yang paling dibutuhkan adalah pelayanan kesehatan dan pemulihan ekonomi nasional.

“Sebagai Pemerintah Daerah harus bisa menggerakan potensi ekonomi berbasis UMKM dan Kerakyatan,” Tegas disampaikan Wakil Kutua DPRD dari Partai Gerindra itu di ruang Kerja nya.

Sebelumnya walikota Tangerang Arief R Wismansyah menyebutkan, kondisi pandemi Covid-19 secara langsung memberikan dampak di seluruh tatanan yang ada, baik di Kota Tangerang, Indonesia maupun dunia.

“Karena itu, RPJMD harus dirubah menyesuaikan dengan kondisi terkini dimana pandemi Covid-19 masih terjadi,” katanya.

Salah satu dampaknya, kata Arief, meningkatnya angka kemiskinan di sejumlah daerah termasuk Kota Tangerang,dimana selama pandemi mengalami peningkatan sebesar 0,79 persen dibanding tahun sebelumnya.

Berkaitan Hal itu, Tangerang Public Transparency Watch (Truth) menilai perubahan RPJMD tersebut sebagai masyarakat pada prinsipnya mendukung atas segala upaya Pemkot Tangerang.

Upaya penyesuaian RPJMD kondisi pandemi seperti sekarang ini, namun perlu dicatat, kebijakan terkait anggaran penangganan covid-19 yang sekarang berjalan tidak juga kunjung di publikasi oleh pihak Pemerintah Kota Tangerang

“Ini menjadi kontra produktif karena perubahan RPJMD akibat covid-19 sementara akses informasi ditutup, dengan segala carut marut proses pelaksanaan penangganannya di masyarakat,” ujar Wakil Koordinator Truth, Ahmad Priatna saat dimintai keterangan.

Kota Tangerang 8 Februari 2021

Biro Tangerang Raya : Rohman

Rekomendasi

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.