Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Rela Hibahkan Tanah Agar Warga Kedung Kandri Bumiayu Tak Lagi Naik Rakit ke Desa

Loading...

Brebes – Pembukaan jalan setapak untuk mendekatkan Dusun Kedung Kandri yang selama ini terisolasi dari 12 dusun lainnya di Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, disambut antusias warga masyarakat desa tersebut.

Khususnya 100 KK di Dusun Kedung Kandri, mereka lega akhirnya harapan terkoneksi langsung via darat dengan para kerabatnya di sejumlah dusun di Kalinusu itu, akan segera terealisasi berkat adanya TMMD Reguler 109 Kodim 0713 Brebes, yang sedang membuka jalan setapak yang sulit dilalui kendaraan roda dua melalui pekerjaan pendahuluan yaitu Pra TMMD.

Dijelaskan Kadus I Kalinusu/Kadus Karanganyar, Sakwad (41), masyarakat sangat mendukung penuh upaya Pemkab Brebes dalam meningkatkan kesejahteraan warga Kalinusu melalui pembangunan akses.

“Seluruh warga Desa Kalinusu menyambut baik upaya ini sehingga kami dengan sukarela menyumbangkan tanah untuk dipangkas demi pembuatan jalan sepanjang 2,2 kilometer lebar 4-6 meter ke arah Dusun Kedung Kandri,” tegasnya, Senin (14/9/2020).

Dijelaskannya lanjut, selama ini warga Dusun Kedung Kandri harus menyeberang Kali Pemali dengan sampan/rakit, dan memutar melewati sejumlah desa di kecamatan tetangganya, yaitu Kecamatan Bantarkawung hanya untuk ke kantor desa.

“Pembukaan jalan sudah mulai dilakukan sejak 15 Agustus 2020 lalu dalam tahap Pra TMMD Kodim Brebes. Kini jalan sudah lebar sehingga layak untuk kendaraan roda empat,” tandasnya.

Sakwad atau biasa disapa Mukhsinin itu juga, menyatakan bahwa warga Kalinusu yang terdiri dari 13 dusun, secara bergiliran membantu pekerjaan para teknisi bangunan Kodim dalam membangun sarana penunjang jalan, yakni talud di kanan-kiri jalan, 3 unit plat deker serta 1 unit gorong-gorong.

Akses itu jelas akan mendongkrak pertanian warga setempat karena sudah pasti akan memangkas jauh biaya angkut panen manual. Pasalnya, selama ini warga mengandalkan kuli pikul dengan estimasi ongkos berkisar Rp. 50 ribu/karung tergantung jarak.

“Warga kami bergiliran membantu para tukang TNI Kodim Brebes dalam dua shift, yaitu shift pagi-siang dan shift siang-sore,” imbuhnya.

Sakwad menambahkan, pengorbanan sejumlah warga di sepanjang jalan TMMD yang sedang dibangun tak akan sia-sia karena justru secuil tanah mereka yang terpangkas pelebaran jalan, akan berdampak terhadap harga tanah keseluruhan yang akan meningkat berkali-kali lipat. (Aan/Red)

Rekomendasi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.