Terbit : 11 Juli, 2019 - Jam : 13:06

Rekonstruksi Pembunuhan di Pulau Raja, Ungkap Korban Dibunuh Usai Menolak Hubungan Badan

Loading...

ASAHAN – Kapolsek Pulau Raja AKP Abdul Rahman Manurung menyebutkan pembunuhan yang dilakulan tak lama setelah tersangka dan korban berkenalan, Kamis (11/07).

“Tersangka kasus pembunuhan terhadap Leni br Silaban, M Rivai (30) yang akhirnya tertangkap setelah sembilan tahun buron menjalani rekontruksi di Mapolsek Pulo Raja,” ujarnya.

Dalam rekontruksi itu berlangsung tersangka memeragakan langsung adegan demi adegan yang ia lakukan terhadap korban mulai dari pertemuan hingga Rivai melarikan diri.

“Saat itu korban sebenarnya mau berangkat ke Pekan Baru, jumpa sama tersangka. Dibujuk lah, diajak jalan-jalan. Tapi saat itu tersangka ada niat mau menyetubuhi korban, korban tak mau, jadi pelaku geram, dan kemudian menghabisi nyawa korban,” ungkap Abdul Rahman, Kamis (11/7/2019).

Sementara penasihat Hukum tersangka, Tekad Kawi menjelaskan perbuatan yang dilakukan kliennya berlangsung secara spontan tanpa ada merencanakan.

“Korban saat itu nggak mau, sambil dorong wajah tersangka. Disitu lah tersangka langsung turun dari kreta pura-pura mau buang air, ternyata ambil batu koral terus memukul kepala korban bagian sebelah kiri,” ucap Tekad.

Selanjutnya AKP Abdul Rahman Manurung menjelaskan, peristiwa pembunuhan yang dilakukan M Rivai terhadap seorang wanita bernama Leni br Silaban (20) terjadi pada 7 Maret 2010 silam di kawasan Afdeling III PTPN IV Kebun Pulau Raja.

“Tersangka akhirnya ditangkap saat pulang kampung ke rumah orang tuanya yang berada di Dusun VI, Desa Perkebunan Gunung Melayu, Kecamatan Rahuning Kabupaten Asahan pada akhir Juni 2019 lalu,” jelasnya.

Keberadaan tersangka kemudian diinformasikan oleh warga kepada Polsek Pulau Raja. Atas informasi itu, maka Abdul Rahman mengumpulkan personel untuk mendatangi lokasi melakukan penyelidikan terlebih dahulu.

“Kemarin (Minggu) sekitar jam 4 sore saya dapat telepon masyarakat yang melihat tersangka kasus 338 yang terjadi pada 7 Maret 2010 ada di daerah mereka. Kemudian saya pun mengumpulkan personel untuk melakukan penangkapan,” pungkas AKP Abdul Rahman, Senin (24/6) kala itu. (RD-A)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.