Ratusan Lembaga TK di Jember Deklarasi Sekolah Ramah Anak

Jember- Sebanyak 8 lembaga TK yang hadir sebagai perwakilan dalam  dan 800 lembaga TK lainnya yang tergabung secara daring mendeklarasikan Sekolah Ramah Anak (SRA) Taman Kanak-kanak (TK) se-Kabupaten Jember, di pendopo wahyawibawagraha. 

Kegiatan tersebut dihadiri Plt Bupati Jember Drs KH Abdul Muqit Arief.Dalam sambutannya Ia mengatakan, lingkungan pendidikan yang ramah, inklusi, bersih, tanpa kekerasan, tanpa perundungan, dan diskriminasi menentukan cara berpikir anak saat dewasa.Senin, (16/11). 

Pentingnya perlindungan anak terhadap berbagai upaya eksploitasi, diskriminasi, perundungan, dan kekerasan yang terjadi dalam ruang lingkup pendidikan anak, merupakan tanggungjawab bersama.

“Jika anak suku Jawa kumpul dengan suku Madura, bahkan berbeda agama sekalipun, maka anak sudah tidak perlu lagi diajari bhineka tunggal ika lagi,” terang Plt. Bupati.

Pria yang akrab disapa kiai Muqit itu menuturkan, program SRA dalam ruang lingkup pendidikan tidak bisa berdiri sendiri.

Karena itu, lanjutnya, perlu keseimbangan dan kerjasama berbagai pihak. Hal ini sebagaimana tertuang dalam Tri Pusat Pendidikan Ki Hajar Dewantara, yakni pendidikan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Lebih jauh Kiai Muqit mengimbau agar guru dan kepala sekolah ikut serta mensosialisasikan program SRA kepada masyarakat, khususnya kepada para orang tua.

“Jika sudah bersinergi, insya Allah sukses,” pungkasnya.

Sementara itu, Any Junaidah Alfiani, menuturkan, deklarasi SRA menuntut pendidik untuk lebih bersikap ramah dan memahami karakter anak.

Kendati tidak terlalu jauh perbedaan cara mendidik anak dengan sebelumnya, Guru TK Aba Kaliwates itu menegaskan, deklarasi SRA mengingatkan para guru agar lebih mengerti dan memahami anak.

“Jadi, kita tidak boleh memperlakukan anak sebagai orang dewasa,” tuturnya. (Tahrir)

Rekomendasi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.