Rambu “Belok Kiri Langsung Jalan” Jadi Polemik

Medan, Nusantaraterkini.Com – Rambu-Rambu Lalu Lintas yang berada di tepi jalan, merupakan pedoman bagi setiap pengendara bermotor, supaya terhindar dari segala musibah di jalan raya bila sedang berkendara.

Tetapi, masih banyak warga khususnya di Kota Medan sekitarnya yang belum memahami UU No. 22 Tahun 2009, tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dalam peraturan itu, setiap kenderaan bermotor tidak dibenarkan berbelok langsung ke kiri, kecuali ada petunjuk rambu-rambu yang mengatur soal itu.

Salah seorang warga Kota Medan, Faujul (36) pada pengakuannya, kebanyakan dari masyarakat pengguna jalan raya di ibu kota Provinsi Sumatera Utara (Sumut) ini tidak mematuhi aturan yang sudah dibuat. “Kita kadang dibingungkan, apakah sosialisasinya petugas yang kurang, atau masyarakatnya yang memang tak tau aturan, ataupun ada unsur disengaja untuk tidak ditaati,” kata Faujul, Kamis (14/2/2019).

Lanjut Faujul, memang di beberapa persimpangan jalan, trafficlight sudah berdiri dan juga cukup jelas berfungsi menuntun warga dalam berkendara. Tetapi, tidak sedikit pula warga yang melanggar aturan itu. Apakah hanya sebagai sarana pemandangan sajakah rambu-rambu jalan yang didirikan ditepi jalan itu ?. Walaupun sudah ada petunjuk arah untuk berbelok ke kiri, namun si pengendara kendaraan yang hendak berbelok ke kiri, selalu terhalang yang mau mengikuti aturan itu, dikarenakan kenderaan yang ada di depannya itu, yang sudah bukan pada tempatnya memberhentikan kenderaannya.

“Yang selalu berbuat demikian, supir angkutan penumpang yang tidak mau peduli ada rambu-rambu lalu lintas di hadapannya. Para pengendara sepeda motor dan pengendara mobil pribadi juga. Yang parahnya lagi, petugas lalu lintas seperti aparat kepolisian sering tidak tampak di persimpangan untuk mengatur tertibnya lalu lintas berjalan. Yang menggelikan lagi, para petugas kepolisian sering terlihat bersembunyi mengintai setiap pengendara yang telah melanggar rambu lalu lintas itu, kemudian polisi lalu lintas itu keluar dari persembunyiannya dan langsung memberhentikan kenderaan yang melanggar rambu jalan tersebut dan akhirnya petugas melakukan aksi tilang buat si pengendara tadi. Ini sering terjadi kita lihat para aparat polisi lalu lintas berbuat demikian. Kadang kita malu melihat sikap dan perbuatan para polisi lalu lintas tersebut. Akhirnya, si pengendara akan semakin membandel dan semakin berani selalu melanggar rambu lalu lintas yang ada. Dengan cara yang kurang terpuji ini, para pengendara akan sembrono untuk memberhentikan kenderaannya, yang berakibat timbulnya kemacetan dan suara bunyi klakson dari berbagai kenderaan akan ricuh dan saling bersahutan,” papar Faujul, serasa berharap kondisi seperti itu dapat diatasi dengan bijaksana dari pihak petugas lalu lintas.

Guna mengetahui sejauh mana sosialisasi UU Nomor 22 Tahun 2009, tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan ini, awak medua kita mencoba menghubungi Kabid Lalin Dinas Perhubungan Kota Medan, Suriono. Dikarenakan ada pergantian posisi jabatan di jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan, dimana pasca matan Kadis Perhubungan Kota Medan, Renward Parapat dimutasikan menjadi Asisten Umum Setdako Medan dan Sekretaris Dishub Kota Medan, Amran Sanusi Rambe, menjadi Camat Medan Polonia, hasilnya mendapat kesulitan untuk dimintai keterangan, bahkan bila dipertanyakan bagaimanakah kesiapan pengaturan lalu lintas yang dilakukan oleh Dishub Kota Medan, kepada salah seorang petugas dari Dishub Kota Medan, mengelak memberi meskipun sedikit jawaban dari mereka, namun tak dapat keterangannya.

Hingga berita ini diturunkan, Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Medan, Suriono, belum membalas pesan singkat yang sudah dilayangkan. Kita coba menghubungi langsung ke nomor ponsel yang bersangkutan, atau ke nomor pribadinya, nada panggil aktif, tetapi beliau tidak bersedia mengangkatnya atau menerima panggilan dari awak media kita.

Kasat Lantas Polrestabes Kota Medan, AKBP Juluani Prohartini, pernah menegaskan, tidak dibenarkan jika pengendara langsung berbelok arah ke kiri jika tidak ada rambu jalan sebagai petunjuk yang mengarahkannya atau memperbolehkannya. Mempertanyakan soal menyangkut masih minimnya pemasangan rambu-rambu lalu lintas di setiap jalur persimpangan jalan, pihaknya menyebut bahwa itu kewenangan dari Dinas Perhubungan Kota Medan. (Dharma/red)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.