Rahman Faisal : Pilkada Tangsel Diwarnai Kecemasan Covid -19

TANGSEL, NUSANTARA TERKINI.Com – Hari ini, Rabu, 9 Desember 2020 serentak dilakukan Pemilihan Kepala Daerah. Setidaknya sebanyak 270 daerah dengan rincian 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Berbeda dengan gelaran pemilihan kepala daerah sebelumnya, kali ini Pilkada Serentak tahun 2020 di tengah Covid-19 yang masih terus ada. Bahkan setiap harinya lebih dari 1000 kasus Covid-19 baru ditemukan,”tutur Rahman Faisal, S.S., M.M DosenFakultas Ekonomi Universitas Pamulang Rabu (9/12/2020)

“Indikasi ini yang menjadi kekhawatiran Pemerintah dalam hal ini Kemendagri selaku tuan rumah dan juga masyarakat yang memiliki hak suara,”Mereka khawatir akan tertular jika melakukan pemilihan, Jika satu TPS setidanyak berkisar antara 200-350 pemilih.

Ia menjelaskan, Pemerintah dalam hal ini, Merujuk pada PKPU Nomor 6 Tahun 2020, diatur soal protokol kesehatan Pilkada 2020 di TPS. Selain itu, terdapat 12 perlengkapan protokol kesehatan yang wajib ada di TPS, yaitu:Tempat Cuci Tangan dan sabun, Hand sanitizer, Sarung Tangan plastik untuk Pemilih Sarung tangan medis untuk KPPS Masker, Tempat Sampah, Face shield, Alat Pengukur Suhu,Disinfektan, Alat tetes tinta, Baju Hazmat.

Sebagai gambaran Pertama, Pemilih membawa kertas yang berupa undangan sebagai pemilih tentunya dengan menerapkan 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan dan menjaga jarak). Kedua, selepas di TPS (Tempat Pemungutan Suara) pemilih menyerahkan undangan ke Anggota KPPS.

Ketiga, sebelum memasuki TPS, Pemilih diwajibkan mencuci tangan di tempat yang telah disediakan.”ucap nya.

Keempat, setelah itu akan di cek suhu, jika suhu pemilih diatas 37 derajat disediakan bilik khusus. Salah satunya diperuntukan untuk pemilih yang suhunya diatas 37 derajat Di dalam TPS juga disediakan tempat duduk untuk menunggu namun tidak banyak seperti biasanya, berkisar 6-10 tempat duduk yang disediakan dimana jarak antar tempat duduk Minimal 1 meter.

Kelima, setelah namanya dipanggil oleh Panitia KPPS, pemilih lagi-lagi diminta untuk mengenakan hand sanitizer yang telah disiapkan dan diberikan sarung tangan plastik, harap bawa alat tulis (pulpen) sendiri untuk tanda tangan kehadiran.

Keenam, setelah itu Pemilih diberikan kertas suara untuk dipilih pada bilik pemilihan dengan mencoblos. Ketujuh, selepas itu, berbeda sebelumnya jika tinta setelah memilih/mencoblos akan dicelupkan, kali ini berbeda yaitu hanya diteteskan. Teakhir, setelah diteteskan tinta pemilih, KPPS menyarahkan untuk mencuci tangan kembali untuk kedua kalinya yang pertama saat memasuki TPS dan yang kedua saat ke luar dari TPS. Tempat sampah berupa karsud juga disediakan dan tisu untuk mengeringkan tangan sehabis dicuci.

Pertanyaan sederhana saja,Apakah ke semua perlengkapan tersebut, sudah ada di tiap-tiap TPS?

Berdasarkan pengalaman saya sebagai warga Tangerang selatan yang baru saja keluar dari TPS, sudah diterapkan dengan baik di lokasi TPS 069 RT. 004 RW. 09, Kelurahan Pondok Cabe Ilir untuk Disinfektan

“Sepertinya sebelum pelaksanaan lokasi TPS sudah di lakukan namun alatnya tidak terlihat karena bisa saja ditempatkan oleh Panitia KPPS sesuai tempatnya,”sambung Faisal, Yang paling menonjol adalah penggunaan baju hazmat, tidak terlihat sama sekali disetiap TPS yang saya lihat dan kunjungi.”ungkap Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang itu.

Hal ini dapat dipahami, jika menggunakan baju hazmat akan memberikan kesan angker ke pemilih jika diterapkan. Selama menerapkan protocol kesehatan yang baik, kita sudah berpartisipasi dalam menghindari Covid-19 yang dapat menular kepada siapa saja.

Melihat gelaran Pilkada Serentak 2020 ini, tak ayal berbagai daerah unjuk kebolehan dalam penerapan protocol kesehatan. “Di Kota Tangerang Selatan salah satunya. Kesan klaster Pilkada menjadi momok yang sangat menjadi perhatian namun melihat pelaksanaan pilkada di TPS yang telah saya lakukan, jelas nya

Menurut Faisal, Kesan klaster Pilkada Serentak sepertinya dapat dihindari selama Pemilih, KPPS dan yang terkait menjadi benar-benar Protokol Kesehatan Covid-19 tentu dapat terhindar. Berdasar pengamatan tersebut.

Dirinya berpesan, Sebagai Akademisi melihat pelaksanaan Pilkada Serentak terutama pilkada Tangsel, haruslah menerapkan protocol kesehatan,”sambung faisal, Di sisi Pelaksanaan seperti mulai dari KPPS dan seterusnya harus benar-benar menjaga betul dan seharusnya tidak henti-hentinya Anggota KPPS mengingatkan perlunya menjaga protokol kesehatan Covid-19.

Kalau itu dilakukan, Ini menjadi sinyal positif ditengah kekhawatiran masyarakan untuk memilih ditengah pandemi sepertin ini.

Faisal menambahkan, Tidak ayal mereka memilih berdiam dan tidak memilih karena risiko tertular. Berkaca dari pelaksanaan tersebut, masyarakat tentunya tidak perlu khawatir karena Pemerintah sudah menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang sangat baik.

Berdasarkan gelaran Pilkada Serentak 2020, “Saya optimis klaster Pilkada dapat dihindari atau bahkan tidak ada. Namun dengan disiplinnya kita menerapkan 3M maka sudah membantu menekan angka penularan Covid-19. “Dari sisi akademik, penerapan ini sangat penting dan yang menjadi Pekerjaan Rumah adalah meyakinkan pemilih untuk datang ke TPS dan memilih. “tukas nya.

Tentunya tidak mudah, bukan tidak mungkin angkat golput pada gelaran Pilkada Serentak tahun 2020 ini meningkat dibandingkan Pilkada Serentak lainnya. Namun kita harus menunggu rilis dari KPU bagaimana angka tersebut pada Pilkada Serentak ini.

“Optimisme dibangun untuk membuat pemilih mau datang ke TPS dan menekan angka golput dan mengupayakan pemilik suara menggunakan suaranya untuk memilih tidaklah mudah dan kita sebagai pemilik suara tentunya tidak perlu khawatir.”kata Faisal

KPU penyelenggara Pemilu harusnya mendorong atau sosialilasi, Ayo datang ke TPS dan gunakan hak suara dan pilihkan Kepala Daerah sesuai hati nurani sendiri.”Pada gelaran Pilkada di Kota Tangerang Selatan yang notabeannya terdapat 3 calon kuat sejauh ini berjalan dengan aman dan tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan.

“Dari ketiga calon Kepala Daerah di Tangerang Selatan, baik Paslon No. 1, No. 2, maupun No. 3 pilihlah sesuai dengan pilihanmu. Jangan Golput, gunakan dan salurkan hak suaramu,”serunya.

Tentunya, Mari terapkan Protokol Kesehatan Covid-19 agar terhindar dari penyakit menular ini yang telah menyebabkan angka kematian sesuai data dari laman https://covid19.go.id/ (9/12/2020 pukul 11.20) jumlah kasus Covid-19 sebanyak 586842.

“Sementara angka yang sembuh sebanyak 483497. Angka kematian mencapai 18000 orang. Ayo sama-sama menerapkan 3M dan datang ke TPS sampai pukul 13.00. Gunakan Hak pilihmu, “faisal menegaskan, untuk membawa Daerah/Kota mu lima tahun mendatang. Jangan salah pilih, satu suara sangat berharga saatnya kita berkontribusi nyata, menggunakan hak suara untuk memilih di Kota Tangerang Selatan khususnya,”tandasnya. (FSL/Man)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.