Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Putra Prajurit TNI-AU Lanud JBS Purbalingga, Ikut Terbang Layang di Bukit Watu Kumpul Banyumas

Loading...

Banyumas – Buah tak jatuh jauh dari pohonnya, itulah kiasan untuk menggambarkan kecintaan Indrajit Satrio (19), putra Kapten Kal Marjito, anggota Lanud Wirasaba/Lanud Jenderal Besar Soedirman (JBS) Purbalingga, Jawa Tengah, terhadap dunia kedirgantaraan.

Tampak lulusan SMK Penerbangan Bina Dirgantara, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah ini, terus berlatih menerbangkan paralayang, bersama sejumlah atlet paralayang KONI Banyumas, di Lokawisata Bukit Watu Kumpul, Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, selama 2 hari kemarin (29-30/7).

Dibenarkan Kapten Kes Edi Soeprapto, Kabinpotdirga Lanud JBS, melalui pesan whatsapps, bahwa satu orang anggotanya bersama 2 orang putra anggota TNI dari kesatuannya ikut dalam uji terbang di Bukit Watu Kumpul.

“Dek Indrajit Satrio sedang meniti karier di olahraga paralayang, tergabung dalam atlet KONI Banyumas,” ujarnya, Jumat (31/7/2020).

Menurutnya, atlet yang berprestasi harus terus diasah dengan latihan dan latihan. Bukit Watu Kumpul diharapkan menjawab kebutuhan sarana berlatih para atlet paralayang, sehingga kedepannya tidak usah jauh-jauh ke wilayah Karanganyar dan Parangtritis Yogyakarta.

Bukit Watu Kumpul diharapkan akan menjadi titik awal kebangkitan olahraga paralayang di Banyumas. Jika dibangun dengan baik, maka kedepan akan dapat dijadikan tempat untuk menggelar event kejuaraan paralayang nasional, dan bahkan internasional.

“Bukit Watu Kumpul sangat layak dijadikan sebagai tempat berlatih para atlet paralayang Banyumas. Beberapa persyaratan disana juga memadai yaitu kondisi angin yang bagus sepanjang tahun, ada angin lembah dan angin gunung untuk mengangkat parasut, turbulensi angin yang mendukung, jauh dari area penerbangan umum maupun militer, serta adanya tempat landing di Desa Cibangkong,” imbuhnya.

Ditambahkannya, rencana pembuatan landasan pacu take off paralayang secara permanen akan segera dimatangkan, termasuk pembatas antara penonton dan penerjun demi faktor keamanan.

“Seperti penyampaian Ketua KONI Banyumas, Pak Bambang Setiawan, bahwa Banyumas memiliki atlet paralayang yang berprestasi di ajang PON. Sedangkan Banyumas sendiri juga pernah menggelar kejuaraan paralayang PON Provinsi, dan menjadi juara umum,” pungkasnya.

Sementara disampaikan Letda Armed Sukirno, Ketua Tim Publikasi TMMD Reguler 108 Banyumas, adanya publikasi TMMD Reguler secara besar-besaran termasuk mempublikasikan sejumlah potensi wisata di Desa Wisata Petahunan, telah menarik minat wisatawan luar daerah untuk berkunjung sehingga memang diharapkan dapat membawa dampak positif bagi kesejahteraan ekonomi wisata masyarakat setempat, sekitarnya, dan Banyumas umumnya. (Aan/Red)

Rekomendasi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.