Putra Asli Papua Jadi Komandan Upacara HUT TNI Di Merauke

NusantaraTerkini. Com, Papua – Upacara peringatan HUT TNI ke 73 dinilai berbeda karena kali ini dilaksankan pada empat penjuru ujung nusantara sealigus.

Selain dipusatkan di Kota Rusa Meruake (ujung timur), upacara HUT TNI juga dilakukan di Sabang (ujung barat), di Pulau Miangas (ujung utara) dan di Pulau Rote (ujung selatan).

Sementara di Ibu Kota yakni di Mabes TNI Cilangkap Jakarta juga dilaksanakan upacara yang sama.

1.035 Personel dilibatkan sebagai pasukan Parade Upacara terbesar di Merauke, terdiri Prajurit TNI AD, TNI AL, TNI AU, Kepolisian, PNS dan Masyarakat Adat. Dengan inspektur Upacara (Irup) Kepala Staf TNI AD (KASAD) Jederal TNI Mulyono.

Dalam rangkaian upacara ini dimeriahkan berbagai atraksi antara lain, Sosiodrama diperankan oleh 450 orang yang mengangkat kisah perjuangan LB.

Moerdani dalam merebut dan menduduki Kota Merauke dari penguasaan penjajah Belanda dan Beladiri militer diperagakan oleh 335 orang Prajurit TNI AD, TNI AL dan TNI AU dengan mempertunjukkan aksi kobinasi gerak, perkelahian satu lawan satu hingga satu lawan lima orang.

“Puncaknya adalah pemecahan beton hebel setinggi 26 meter dengan jumlah 251 susun beton dalam satu kali pukul dilaksanakan oleh Serka H. Heri Purwanto dan mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesi ( MuRI ) serta dari Lembaga Prestasi dan Rekor Indonesi Dunia (Leprid),” ujar Kapendam XVII/Kolonel Inf Muhammad Aidi, Jumat (5/10).

Hal istimewa lainnya pada upacara ini yakni yang terpilih dan bertindak sebagai Komandan Upacara Putra Asli Serui Papua bernama Wempi Ramandei.

“Dia seorang Perwira Menengah (Pamen) TNI Angkatan Darat berpangkat Kolonel Korps Infantri. Wempi saat ini menjabat sebagai Komandan Detasemen Markas (Dandenma) Kodam XVIII Kasuari bermarkas di Manokwari Papua Barat,” kata Aidi lagi.

Pemilihan pejabat Komandan Upacara (Danup) dalam event besar berskala Nasional seperti ini tentunya telah melalui proses dan seleksi yang sangat ketat hingga diputuskan pada rapat panitia ditingkat Mabes TNI di Cilangkap.

Berbagai kriteria yang menjadi pertimbangan panitia dalam menentukan siapa yang paling pantas mengembang tugas berat dan sangat terhormat ini adalah antara lain, Kesehatan, postur.

“Yang bersangkutan harus memiliki postur yang ideal, harus serasi dengan Postur Irup, tidak terlalu tinggi atau terlalu pendek serta berpenampilan menarik,” tandasnya lagi.

Kesemaptaan Jasmani karena seoarang Komandan upacara harus memeiliki fisik yang prima. Harus mampu berdiri tegap tampa bergerak dalam waktu yang cukup lama di tengah terik matahari.

“Dan juga harus memiliki penguasaan diri yang baik, tidak demam panggung saat menjadi sumber perhatian dimana seluruh mata menyorot kepadanya, karenanya dalam seleksi tersebut meliputi pemeriksaan Psicology dan mental kejiwaan,” ujar Aidi.

Tak kalah penting tentunya adalah latar belakang prestasi, dedikasi dan loyalitas dalam pengabdian kepada Bangsa dan Negara.

Wempi Ramandey perwira lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1995. Putra Asli Papua yang mengawali karier militernya di satuan elite TNI yaitu Kopassus tepatnya di Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan Solo.

Suami dari Levina Naragale serta Ayah dari 2 orang Putra ini di lahirkan di Serui Papua pada tanggal 15 Januari 1972 dari pasangan Absalom Ramandey dan ibunya Lina Wihyawari.

Sebelum ia menjabat sebagai Dandenma Kodam XVIII/Kasuari, Wempi juga adalah mantan Dandim 1713/Kaimana. (FNW/JPR)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.