Puluhan Perwakilan Penyuluh Ikuti Pelatihan TOT  Dari SPKS 

Sekadau – Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Kabupaten Sekadau, bekerja sama dengan dinas DKP3 kabupaten Sekadau, SPOS – Yayasan Kehati, POPSI,dan dan PT.Syngenta melakukan pelatihan Training of Trainers (TOT) bagi pelatih sawit lestari (PSL). Kegiatan tersebut mengambil tema, “Menyiapkan Pelatih Sawit Bagi Petani Untuk Prakondisi Menuju Sertifikasi ISPO”

Ketua SPKS Kabupaten Sekadau, Bernadus Mohtar menjelaskan TOT PSL adalah upaya SPKS untuk memperkuat kapasitas penyuluh baik itu dari pemerintah maupun penyuluh swadaya yang berasal dari anggota kelembagaan petani yang ada di beberapa desa di Sekadau, 

“Peserta yang dilatih 25 orang terdiri dari perwakilan penyuluh pemerintah dan penyuluh swadaya dari utusan kelembagaan petani sawit, TOT ini dilakukan selama 3 ” terang Mochtar .

hari dengan materi mulai dari :

  1. Perkembangan isu sawit berkelanjutan yang harus dijalankan oleh petani seperti sertifikasi ISPO, GAP perkebunan sawit 
  2. Persiapan Lahan  
  3. Pembibitan Kelapa Sawit 
  4. Penanaman Kelapa Sawit 
  5. Hama dan penyakit. 

Untuk Pemeliharaan TBM dan TM terdiri dari ; 1. Pemupukan.2.Manajemen Panen.3. Kemitraan.4. Replating/program PSR), juga kelembagaan, nantinya materi-materi ini akan dibawakan oleh mulai dari PPKS Parindu, Perusahan perkebunan (PT Agro Andalan, PT. MPE dan dari SPKS Sendiri, pada Rabu (25/11) 2020 di Sekadau.

Hadir dalam pembukaan acara TOT PSL adalah dari sekretaris dinas DKP3 kabupaten Sekadau Edy Mulyono, Ketua Forum Pengembangan Perkebunan Strategis Berkelanjutan yang juga merupakan Mantan Dirjenbun Ahmad Manggabarani, dan Manajer  Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Parindu Asbullah Hasibuan, dan kepala bidang perkebunan Ifan Nurfatria.

Kepala bidang perkebunan kabupaten Sekadau Ifan Nurfatria, mengapresiasi kegiatan TOT PSL yang dilakukan, lebih lanjut Ifan Nurfatria menjelaskan  hingga saat ini jumlah petani sawit swadaya di kabupaten Sekadau mencapai sekitar 31 ribu Ha lebih dan tersebar di seluruh wilayah kabupaten Sekadau. Dari data tersebut, yang sudah mengurus surat tanda daftar budidaya ( STDB) baru 265 petani. Dan ini masih sangat jauh dari harapan kata Ifan Nurfatria mengakui. 

Dia juga berharap dengan adanya kegiatan pelatihan seperti ini dapat membantu pihak pemerintah kabupaten untuk pendampingan peningkatan SDM kepada petani, selain itu juga pihaknya berharap ada upaya bersama untuk mempercepat pembuatan STDB.

Dalam paparannya, mantan Kadis Perkebunan Provinsi Kalimantan Barat dan Mantan Dirjenbun Ahmad Manggabarani mengatakan, ditengah pandemi covid-19 banyak industri yang mengalami kesulitan bahkan ada yang sampai bangkrut dan mem-PHK semua karyawannya. Dan yang masih bertahan tambah dia adalah industri kelapa sawit. selain itu juga mengapresiasi TOT yang sudah dijalankan dengan menerapkan protokol Covid-19 seperti menjaga jarak, menggunakan masker. 

Terkait dengan isu global perkebunan sawit biarkan menjadi urusan pemerintah dan peneliti, petani jangan disibukan dengan hal-hal ini, yang terpenting yang perlu dipahami oleh PSL/Penyuluh adalah bagaimana petani dilakukan pendampingan terutama terkait dengan penerapan budidaya perkebunan yang baik karena ini menjadi salah satu syarat dalam ISPO yang sudah diwajibkan bagi petani seperti diatur dalam Peraturan Presiden. 

Selain itu juga mengingatkan kepada semua pihak untuk selalu bekerjasama dalam hal pendampingan kepada petani sawit mulai dari pemerintah, perusahaan perkebunan dan sampai organisasi petani sawit. (Humas SPKS )

Rekomendasi
Loading...

Ruangan komen telah ditutup.