Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Puluhan Mahasiswa Unjuk Rasa Di Kantor Satpol PP Tangerang

Loading...

Kabupaten Tangerang – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terbilang Lamban melakukan tindakan tegas atau Penyegelan Terkait Pembangunan proyek Kawasan Galeri Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Inovasi (GIPTI) kami Mahasiswa terpanggil melakukan Aksi Unjuk Rasa didepan Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) pemerintah Kabupaten Tangerang, kata Abdul Muhyi mengaku sebagi Humas, Aksi unjuk rasa itu kepada awak media ini, selasa (28/7/20.)

Muhyi menerangkan, Terhitung sejak hari Senin tanggal 15 Januari 2018, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah melakukan penandatangan MoU bersama dengan Rektor Universitas Paramadina, PT Sinarmas Land dan Kepala Puspiptek dalam rangka pengembangan Galeri IPTEK dan Inovasi (GIPTI). Galeri IPTEK dan Inovasi tersebut dibangun di Jalan BSD Raya Utama Kecamatan Pagedangan Kabupaten Tangerang dengan luas lahan 15 hektar, terang nya.

“Proyeksi Pembangunan GIPTI, diharapkan mampu membangun masyarakat berbasis IPTEK, meningkatkan daya saing daerah, serta penciptaan produk-produk inovasi serta wirausaha berbasis teknologi di masyarakat.

Lanjut Aktivis Serikat Mahasiswa Islam Indonesia (SEMMI) itu, Proyeksi
ini juga selaras dengan Visi Kabupaten Tangerang yaitu mewujudkan masyarakat Kabupaten Tangerang yang cerdas, makmur, religious, dan berwawasan lingkungan.

Maka dari itu, perencanaan awal pembangunan GIPTI sangat didukung oleh semua pihak termasuk Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI).
Tukas nya.

“Seiring berjalannya pembangunan pengembangan GIPTI di kawasan BSD Pagedangan yang menghabiskan lebih kurangnya Rp. 40 Miliar dari dana Coroporate Social Responsibility (CSR)
dan tengah berlangsung hingga hari ini, ucap nya

Ia menjelaskan, Pembangunan GIPTI tersebut diduga tidak memiliki hak alas tanah sehingga menyebabkan bermasalah dengan proses perizinan pembangunan. atau telah menabrak aturan hukum perundang-undangan.

“Hal tersebut diperkuat dengan adanya penolakan dari warga sekitar area GIPTI dan didukung dengan keluarnya Surat Perintah Penghentian Pelaksanaan/Penggunaan Bangunan (SP4B) dari Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) Kabupaten Tangerang.

Kata Muhyi, Setelah keluarnya SP4B dari DTRB, yang dikirim kepada Puspiptek dan ditembuskan kepada Satpol PP Kabupaten Tangerang pada awal Juli, hingga detik ini Satpol PP belum mengeksekusi atau melaksanakan surat rekomendasi dari DTRB terkait SP4B pada pembangunan GIPTI.uangkap nya.

Maka dari itulah, SEMMI Cabang Kabupaten Tangerang menuntut dan menyatakan sikap: Mendesak kepada Pemkab Tangerang, Puspiptek, dan PT Sinar Mas Land dan seluruh pihak yang terlibat untuk membuka secara transparan proyek.

“pembangunan GIPTI.Meminta kepada Satpol PP Kabupaten Tangerang untuk segera melakukan proses penyegelan terhadap area GIPTI serta menghentikan pembangunan GIPTI.

Kami juga, Mendesak kepada Inspektorat dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang untuk mengaudit proyek pembangunan GIPTI.

Abdul Muhyi Menambahkan, Atas Aksi hari ini Kami berharap Satpol PP segera menindak lanjuti, “jika tidak ditanggapin kami akan melakukan aksi massa yang lebih besar lagi unjuk rasa ke Inspektorat, kejaksaan, KPK, “Pungkas nya.

Disayangkan Bambang Mardi, Kepala Satpol PP belum dapat memberikan keteragan (Man)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.