Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Publikasi TMMD Reguler Banyumas Juga Angkat Kearifan Lokal Gejog Lesung

Loading...

Banyumas – Gubrak lesung adalah nama sebutan lokal untuk kesenian khas dari Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Sedangkan nama umumnya adalah gejog lesung.

Di desa yang menjadi sasaran TMMD Reguler 108 Kodim 0701 Banyumas ini, masyarakat setempat masih melestarikan kesenian warisan leluhur ini sebagai bentuk ucapan syukur kepada Dewi Sri atau Dewi Padi, atas melimpahnya panen yang didapatkan.

Sasem (58), warga Desa Petahunan RT. 05 RW. 02 mengatakan, keseinan itu juga dimainkan warga setempat saat gerhana bulan dan matahari tiba. Menurut kepercayaan leluhur masyarakat Jawa, pada saat itu, raksasa yang bernama Batara Kala yang memakan matahari atau bulan.

“Masyarakat Jawa beramai-ramai menabuh semua benda termasuk lesung, agar Batara Kala memuntahkan matahari atau bulan, agar gerhana segera berakhir dan langit menjadi terang kembali,” ujarnya, Sabtu (18/7/2020).

Sementara dijelaskan Carik atau Sekdes Petahunan, Sukmono(37), warganya yang mayoritas petani padi, sudah lama meninggalkan lesung untuk memisahkan padi dari kulitnya. Hal ini terkait berkembangnya alat penggiling padi yang semakin modern, dan banyak rice mill mobil keliling yang masuk desanya.

“Inti dari kesenian gubrak lesung Desa Petahunan adalah, suara dari lesung yang ditabuh menggunakan alu (kayu panjang untuk menumbuk padi), harus berirama dengan tambahan berbagai tembang Jawa sehingga enak didengar,” bebernya.

Menurutnya juga, kini esensinya telah berubah dan masyarakat Petahunan tak lagi mengaitkannya dengan mitos raksasa tersebut, namun lebih ke fungsi hiburan kesenian musik tradisional dan hanya dimainkan pada saat tertentu tersebut.

Sedangkan bagi Prada Dade Karepesina (23), anggota Satgas TMMD Reguler dari kesatuan Kompi B Yonif 405 Surya Kusuma, dirinya menyatakan bangga karena mendapatkan kesempatan memainkan gubrak lesung bersama Ibu-ibu di tempat tugasnya tersebut.

“Sebagai putra daerah Ambon, saya merasa bangga bisa bermain gubrak lesung di Desa Petahunan, karena di daerah saya tidak ada. Semoga dengan dipublikasikan kesenian warisan budaya ini, masyarakat akan mendapatkan rejeki jika ada permintaan main dari para wisatawan yang berkunjung ke sejumlah obyek wisata di Petahunan,” ucapnya berharap.

Untuk diketahui, sasaran fisik infrastruktur yang dibangun melalui TMMD Reguler Banyumas, adalah memabngun jalan beton 1,8 kilometer labar 3,75 meter menuju Obyek Wisata Curug Nangga atau air terjun bertingkat tujuh.

Selain Curug Nangga, jalan beton setebal 20 centimetre itu, juga akan berjasa mengangkat potensi sejumlah obyek wisata lainnya yakni Curug Rinjing, Curug Pengantin, Tuk Pengasinan (mata air asin), Makam Eyang Gusti Aji (ulama penyebar agama islam), dan juga petilasan pertapaan Ki Ajar Wirangrong (Brahmana sakti jaman kerajaan Pajajaran).

Terpisah dari jalan tersebut, di Petahunan juga ada lokawisata yang cukup terkenal yaitu Bukit Watu Kumpul. (Aan/Red)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.