PT SHS Kulon Progo Siap Hasilkan Benih Padi Unggul

Kementan DaskborNusantaraTerkini.Com,  Jakarta – Sang Hyang Seri (SHS) Regional II Cabang Kulon Progo, Yogyakarta mampu memperluas lahan penangkaran benih padi unggul seluas 500 ha. Hal ini dilakukan guna mendukung upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam meningkatkan produksi padi melalui penggunaan benih unggul dan mudah tersedia di masyarakat.

Sebelumnya, PT. SHS Kulon Proga hanya memiliki lahan penangkaran benih seluas 130 hingga 250 ha. Alhasil, hanya mampu menghasilkan benih padi sekitar 650 ton hingga 1.250 ton.

Asisten Manager Produksi PT. SHS Cabang Kulon Progo, Zulvicar Adnan mengatakan perluasan lahan penangkaran benih padi tersebut dapat dicapai karena berhasilnya program Kementan dalam meningkatkan luas tambah tanam. Dampaknya, terjadi peningkatan permintaan benih padi. Tentunya, kondisi ini harus didukung dengan menyediakan benih padi unggul yang dapat memenuhi kebutuhan petani secara merata.

“Untuk itu, kami dapat dengan mudah mengajak petani untuk bekerja sama memanfaatkan lahannya untuk menghasilkan benih. Apalagi harga gabah yang dijadikan benih unggul jauh lebih menguntungkan dibanding untuk beras,” kata Zulvicar di Yogyakarta, Selasa (8/11).

Penanaman padi di lahan 500 ha tersebut akan dilakukan pada pertengahan November hingga Desember 2016. Padi yang dikembangkan yaitu varietas IR 64, Mekongga, Situbagendit dan Ciherang dengan tingkat produksi mencapai 5 ton benih per ha.

“Dengan demikian, benih padi unggul yang akan dihasilkan di tahun 2017 mencapai 2.500 ton. Dengan kebutuhan benih per hektar sebanyak 25 kilogram, maka kami mampu memenuhi kebutuhan benih untuk 100.000 ribu hektar lahan sawah,” ujarnya.

Untuk diketahui, PT SHS Cabang Kulon Progo memiliki potensi areal menyaluran benih dengan luas baku lahan sawah mencapai 138.153 ha. Areal ini meliputi Kabupaten Kulon Progo, Magelang, Bantul, Gunung Kidul, Sleman, Kota Yogyakarta, Purworejo dan Temanggung.

“Artinya, dengan kemampuan menghasil benih padi unggul untuk 100.000 ribu hektar, maka kami dapat menutupi kebutuhan benih mencapai 72 persen. Ini produksi benih yang cukup tinggi yang sangat membantu pemerintah menyediakan benih subsidi secara tepat waktu,” sebut Zulvicar.

Ia menegaskan padi yang dihasilkan petani tidak langsung dapat dijadikan benih. Namun, PT SHS Cabang Kulon Progo melakukan berbagai perlakuan yaitu proses pengolahan sampai pengemesan untuk menghasilkan benih padi unggul yang memenuhi standar kebutuhan benih subsidi dan benih prima.

Terkait proses pengolahan, lanjutnya, PT SHS Cabang Kulon Progo memiliki lantai penjemuran dan mesin pengeringan yang mampu menghasilkan benih sesuai standar. Mesin pengeringan ini pun bervolume besar sehingga mampu menghasilkan benih dalam skala cukup besar.

“Dengan fasilatas inilah, petani juga dengan mudah kami ajak bermitra menjadi penangkar benih. Sebab, kondisi petani saat ini tidak mau bahkan gagal menghasilkan benih unggul karena tidak memiliki fasiltas yang memenuhi standar,” pungkas Zulvicar.(NU007)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.