PT Luis Minta Polisi Usut Dugaan Pemalsuan Dokumen SKT Salim Kancil

Nusantaraterkini.com (Surabaya)- Terbitnya Surat Keterangan Tanah (SKT) oleh Kepala Desa (Kades) Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang yang digarap keluarga almarhum Salim Kancil di tanah oloran (tanah negara) berbuntut panjang. Pasalnya, seusai pernyataan ahli hukum pidana Unair, Wayan Titip Sulaksana, Senin (22/2/2021) mengatakan bila SKT di tanah oloran bukan merupakan bukti kepemilikan tanah yang sah dan merupakan pelanggaran hukum langsung disikapi PT Lautan Udang Indonesia Sejahtera (LUIS). Sebelumnya perusahaan tambak udang ini meradang gegara dituduh keluarga Salim Kancil menyerobot lahan miliknya karena mengklaim mempunyai bukti kepemilikan tanah yang sah berupa SKT yang dikeluarkan Kades Selok Awar-Awar tersebut.   

PT LUIS melalui kuasa hukumnya, Yakobus Welianto, Selasa (23/2/2021) sepakat dengan statemen Wayan Titip Sulaksana tersebut. Weli, begitu panggilan akrabnya, meminta kepolisian segera mengusut tuntas dugaan pemalsuan dokumen sesuai pasal 263 KUHAPidana terkait terbitnya SKT di tanah yang diklaim milik Salim Kancil itu. Ia berpendapat polisi bisa langsung memproses hukum dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen penerbitan SKT Salim Kancil meski tidak ada pihak yang melapor, sebab termasuk delik biasa bukan delik aduan.

“Usut tuntas siapa saja yang terlibat dalam pembuatan SKT Salim Kancil tersebut. Hukum jangan tajam ke bawah, tetapi tumpul ke atas. Penegakan hukum tidak boleh ada pandang bulu dan harus ada kepastian hukum seperti program Kapolri baru yaitu Presisi,” tegasnya.

Ike Nurila putri almarhum Salim Kancil sampai berita ini diturunkan belum bisa diminta tanggapan mengenai statemen ahli hukum yang menyatakan SKT bukan merupakan bukti kepemilikan tanah yang sah dan merupakan pelanggaran hukum. Dihubungi melalui sambungan suara dan pesan WhatsApp, Selasa (23/2/2021), Ike Nurila belum merespon. (Fajar Yudha Wardhana)

Rekomendasi

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.