Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Prajurit Yonif 405 Surya Kusuma Latihkan TUB di Tempat Tugas

Loading...

Banyumas – Para pahlawan membayar kemerdekaan dengan darah, jadi kemerdekaan yang kita nikmati saat ini merupakan titipan para pahlawan, juga kesadaran datang dari lubuk hati paling dalam, tanpa perlu teriak saya paling NKRI.

Itulah kalimat motivasi yang menggambarkan semangat sejumlah anggota TNI dari kesatuan Kompi B Yonif 405 Surya Kusuma, untuk mengedukasi perlakuan terhadap Bendera Merah Putih, dan cara penghormatannya yang benar, kepada anak-anak Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Tampak para anggota Satgas TMMD Reguler 108 Kodim 0701 Banyumas itu, melatihkan TUB (Tata Upacara Bendera) kepada murid-murid MI Ma’arif NU 10 Petahunan, di tempat pemusatan tinggal mereka yaitu sekolah tersebut. Sabtu (18/7/2020).

Disampaikan Prada Agung Surya Ramadhan, edukasi tersebut dilatihkan untuk menyongsong Hari Anak Nasional 23 Juli 2020 ini, dan juga Hari Kemerdekaan RI yang ke-75.

“Kami melatih anak-anak Petahunan karena kami mendapatkan sif malam pengecoran jalan 1,8 kilometer lebar 3,75 meter, yang sampai hari ke-19 TMMD Reguler tercapai 70 persen,” terangnya.

Dikatakannya lanjut, tujuan dilaksanakan pelatihan agar para murid sekolah tersebut lebih cinta tanah airnya, berjiwa nasionalisme, dan menghargai hasil perjuangan para pahlawan bangsa dengan memperlakukan lambing negara dengan baik dan benar.

“Jika di zaman penjajahan dulu, untuk bersekolah saja sulit, kenapa saat ini untuk mengibarkan Bendera Merah Putih dengan baik dan benar saja kita sulit,” tegasnya.

Agung berharap, kesadaran warga setempat khususnya anak-anak untuk mengibarkan bendera Merah Putih, akan lebih meningkat lagi. Pasalnya, menghormati para pahlawan pendiri bangsa bukan milik TNI-Polri saja, namun juga seluruh warga Indonesia.

“Setiap WNI wajib mengibarkan bendera Merah Putih pada saat Hari Kemerdekaan, 17 Agustus sesuai pasal 7 ayat (3), dan ayat (4) UU Nomor 24 Tahun 2009. Jadi lambang negara tidak bisa dikibarkan dengan cara sembarangan,” tandasnya.

Ihwan Ciptadi, Kepala Sekolah MI Ma’arif NU 01 Petahunan, sangat mengapresiasi atas motivasi yang diberikan TNI kepada para anak didiknya.

Menurutnya, pelatihan itu sangat bermanfaat dalam mengisi kegiatan anak yang saat ini masih diliburkan sekolah terkait wabah corona.

”Dengan dilatih TNI, anak-anak didik kami akan mempunyai pengalaman tersendiri karena akan lebih mengena dari segi nasionalisme. Saya ucapkan terima kasih telah membantu kami membentuk karakter disiplin anak yang akan sangat berharga untuk proses belajar mengajar selanjutnya,” ucapnya. (Aan/Red)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.