Polusi Asap di TPA Batu Bola Jadi Sorotan

Padangsidimpuan – Ketika kita datang dari arah Kota Padangsidimpuan menuju Kecamatan Padangsidimpuam Batunadua, kalau kita melihat arah kiri jalan besar, Jalan Raja Inal Siregar, kita akan disuguhi pemandangan bukit kecil yang mengeluarkan asap. Bagi orang yang tidak tahu, bukit ini seperti gunung berapi yang sedang aktif. Bagaimana tidak, bukit ini selalu terlihat ada asap putihnya.

Setelah ditelusuri bukti yang mengeluarkan asap putih itu, ternyata sebuah tempat pengelolaan sampah. Saat wartawan tiba di lokasi TPA yang berada di Kecamatan Batunadua, Kota Padangsidimpuan, terlihat beberapa masyarakat melakukan aktivitas sedang memulung sampah dan Truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup Kota Padangsidimpuan terlihat membuang sampah yang diketahui bernama TPA Batu Bola.

Salah satu masyarakat yang tidak mau namanya dipublikasikan saat berada dilokasi TPA Batu Bola tersebut mengatakan, asap itu diduga berasal dari tumpukan sampah lama. Dan api yang ada ditumpukan sampah lama tersebut tidak akan pernah padam tutur masyarakat ini.

“Kalau musim kemarau, asapnya muncul dan membesar”terangnya, Jumat(15/3/2019).

Dari informasi, TPA ini sempat tidak difungsikan lagi karena lokasinya sudah tidak layak lagi dan oper kapasitas sehingga dipindahkan ketempat lain. Tapi sekarang difungsikan lagi oleh Pemerintahan Kota Padangsidimpuan.

Dilain sisi, salah satu pegiat lingkungan Riza Fakhrumi Nasution sangat menyayangkan asap sampah tersebut. Ia menduga ada kesengajaan aktivitas membakar sampah di TPA tersebut.

“Kalau ada asap, tidak mungkin tidak ada api. Bila dugaan ini benar, sangat disayangkan”ujarnya.

Menurutnya dampak paparan asap sampah tersebut bisa mengganggu kesehatan, apa lagi bagi masyarakat sekitar.

” Seharusnya mereka antisipasi. Ada banyak sekali dampak negatif yang ditimbulkan dari menghirup asap dari pembakaran tersebut. Hal itu dikarenakan ada banyak sekali jenis polutan yang dihasilkan oleh asap pembakaran sampah yang nantinya dapat mempengaruhi sistem pernapasan baik anak kecil maupun orang dewasa, iritasi mata, meracuni tubuh secara tidak langsung, merusak organ tubuh, memicu kondisi kanker.Memang dampak yang harus kita waspadai adalah dampak jangka panjangnya.”jelas perintis Mahasiswa Pecinta Alam(Mapala) STKIP ini, yang kini menjadi Mapala IPTS.

Ditambahkannya, bahan kimia dari asap pembakaran sampah tidak hanya dapat langsung terhirup oleh manusia, tetapi juga bisa menempel pada benda-benda yang ada di sekitarnya. Contohnya pohon, tanaman di kebun, permukaan tanah, dan sebagainya.

“Jika paparan zat kimia hasil pembakaran sampah menempel di sayur-sayuran, buah-buahan kan bahaya juga. Di daerah dekat TPA kan daerah pertanian”ujarnya.

Ia berharap, agar Pemerintah Daerah Kota Padangsidimpuan memperhatikan TPA Batu Bola. Dan pemeritah daerah menekankan kepada dinas yang menangani agar mengatisipasi agar asap dari sampah dilokasi TPA asapnya tak mencemari lingkungan. (Idham Siregar) 

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.