Polri Tegaskan Akan Beri Sanksi Jika Turnamen Piala Menpora Langgar Protokol 

JAKARTA, Nusantaraterkini.com – Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S.I.K., M.Si., mengatakan, Polri akan memberikan sanksi tegas kepada penyelenggara Piala Menpora 2021 jika ditemukan adanya pelanggaran protokol kesehatan. Turnamen pramusim ini berlangsung pada 21 Maret hingga 25 April 2021 di empat kota, yaitu Solo, Bandung, Sleman, dan Malang.

Menurut Kadiv Humas, komitmen soal penegakan protokol kesehatan sudah menjadi kesepakatan antara Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., dan Menteri Pemuda dan Olahraga, Dr. H. Zainuddin Amali, S.E., M.Si. Polri memberikan izin penyelenggara Piala Menpora 2021 dengan syarat tidak ada penonton yang hadir di stadion selama pertandingan. Adapun keseluruhan turnamen disiarkan melalui televisi dan media daring. Selain itu, Polri meminta penyelenggara membatasi jumlah pemain, official, panitia, petugas keamanan, dan awak media di area pertandingan maksimal 299 orang.

“Sebagaimana arahan Pak Kapolri, kegiatan kepemudaan dan keolahragaan harus dilakukan dengan kedisiplinan dan adanya komitmen dari seluruh pihak terkait dalam menerapkan protokol kesehatan,” terang Kadiv Humas, Senin (22/3/2021).

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S. Dewa Broto sebelumnya menegaskan bahwa polisi berhak menghentikan laga jika terjadi pelanggaran protokol kesehatan. Kemenpora telah melakukan rapat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, seperti PSSI, PT LIB, dan Polri terkait penyelenggaraan Piala Menpora.

Menurutnya, PSSI dan PT LIB sudah membuktikan gelaran pertandingan sesuai dengan protokol kesehatan saat mengadakan laga uji coba Timnas U-22 Indonesia melawan dua klub tanah air lainnya pada awal Maret 2021. “PSSI dan LIB kan sudah menjelaskan prokes di stadion sebelum dan sesudah. Dua pertandingan itu lancar,” terang Gatot.

Gatot mengatakan, gelaran Piala Menpora 2021 ini menjadi tantangan tersendiri bagi pihak penyelenggara untuk melaksanakan kegiatan keolahragaan di tengah pandemi. Beberapa negara sudah menggelar pertandingan olahraga seperti sepak bola, padahal kondisinya pun masih sama-sama menghadapi pandemi.

“PSSI tuh di-challenge (ditantang). Semua pihak ingin tahu bagaimana penerapan protokol kesehatannya,” ucap Gatot. 

Rekomendasi

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.