Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Polrestabes Surabaya ungkap 479 Kasus Selama Dua Pekan

Loading...

Surabaya- Guna menjaga keamanan dan ketertiban selama pandemi Covid-19, Polda Jatim telah menggencarkan program Operasi Sikat Semeru. Di jajaran Polrestabes Surabaya, operasi yang digelar selama dua pekan mulai Senin (6/7/2020) hingga Jumat (17/7/2020) itu membuahkan hasil optimal.

Dari hasil operasi di wilayah hukum Polrestabes Surabaya, tercatat berhasil ungkap sebanyak 479 kasus dan 381 bandit jalanan berhasil diamankan. Terbanyak adalah kasus pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Ratusan bandit jalanan tersebut dipamerkan di Mapolrestabes Surabaya Jalan Sikatan, Selasa (21/7/2020). Dari ratusan kasus yang diungkap tersebut, rinciannya, 160 tersangka kasus pencurian, 89 tersangka kasus jambret dan begal, 89 kasus curanmor. Sedangkan sisanya terdiri dari premanisme dan penyalahgunaan senjata tajam.

“Kami mengapresiasi kinerja Satreskrim Polrestabes Surabaya dan jajaran polsek yang terus melakukan upaya penindakan pelaku kejahatan di tengah pandemi Covid-19,” kata Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Jhony Eddison Isir di Gedung Graha Bhara Daksa Polrestabes Surabaya, Selasa (21/7/2020).

Dijelaskannya, Walau dengan keterbatasan di tengah pandemi, Satreskrim Polrestabes Surabaya dan polsek jajaran masih berupaya maksimal menekan jumlah gangguan keamanan dan ketertiban. Meski banyak kasus kejahatan yang sudah diungkap, Isir menyebut jika perang melawan pelaku kejahatan tidak berhenti.

“Kepolisian harus terus melakukan patroli baik terbuka maupun tertutup. Ini untuk menutup ruang gerak para pelaku kejahatan,” ujarnya.

Dalam kasus kejahatan jalanan ini, Polrestabes mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, 4 unit mobil, 101 unit motor, 116 ponsel, 2 buah laptop, 2 TV, 1 buah kipas angin, 2 magic com, 1 kompor gas, 1 bor listrik, 8 gelang emas, 3 untai kalung, 2 buah senpi, 101 amunisi, 3 bondet, 33 bilah, 1 softgun, 8 STNK, 3 SIM, 6 ATM, 8 KTP, 3 nota pembelian, sepeda gayung sebanyak 6 unit, 16 kunci T, 13 kunci palsu, 4 kunci pas, 7 buah anak kunci, 2 buah kunci magnet, kunci L 4 buah, Uang tunai senilai Rp 23.125.000,- (dua puluh tiga juta seratus dua puluh lima ribu rupiah) dan ratusan barang bukti kejahatan lainnya.

“Selain penindakan represif, kami uga lakukan upaya preemtif dan preventif. Seperti dua pelaku pembobol rumah yang terpaksa kami tindak tegas terukur sampai meninggal dunia. Itu karena sudah sangat meresahkan dan melawan saat kami tangkap,” pungkasnya. (Agus DC)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.