Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Polres Pringsewu Tangkap Kakek Cabul

Loading...

Pringsewu – Tekab 308 Polsek Pringsewu kota Polres Pringsewu melakukan penangkapan terhadap Sum (60) warga pekon Kresnomulyo atas dugaan pencabulan.

Sum ditangkap di kediamannya di Pekon Kresnomulyo, kecamatan Ambarawa, kabupaten Pringsewu, Jumat (28/02/2020) sekira pukul 21:00 wib.

Mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, S.ik, Kapolsek Pringsewu Kota Kompol Basuki Ismanto, SH.MH mengatakan, penangkapan terhadap tersangka dilakukan atas laporan ibu korban.

“Setelah menerima Laporan kemudian petugas langsung melakukan penyelidikan dan penyidikan dan kemudian langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku di rumahnya dan langsung kita bawa kepolsek Pringsewu untuk proses penyidikan,” katanya.

Pelaku melakukan pencabulan terhadap korban sebanyak tiga kali, lanjut Kapolsek, yaitu pertama pada hari Senin tanggal 06 Januari 2020 pukul 09:15 wib, kedua awal Februari 2020 pukul 09:15 wib dan yang terakhir pada hari Minggu tanggal 09 Februari 2020 pukul 10:00 wib.

Aksi bejat tersebut terjadi di ruang keluarga rumah pelaku Sum. Sebelum melakukan pencabulan korban diberikan iming-iming uang 50 ribu dan setelah melakukan aksi pencabulan pelaku mengancam korban agar tidak memberitahu orang tua korban.

“Dari pengakuan korban sebelum terjadinya peristiwa pencabulan sempat menolak tetapi oleh pelaku kedua tangannya ditarik dan dibawa kerumah pelaku,” ungkapnya.

Terungkapnya peritiwa tersebut berawal dari ibu korban yang memperhatikan anaknya (korban red) tidak mengalami menstrusi lalu ditanya dan akhirnya korban mengaku dalam kondisi hamil muda dan yang telah membuatnya hamil tersebut adalah pelaku Sum.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya pelaku dijerat dengan pasal 82 ayat (1) Jo pasal 76E UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak atau pasal 81 ayat (1), (2) Jo pasal 7D UU RI no 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (Davit)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.