Polres Mabar Gelar Konferensi Pers Ungkap Kasus Narkotika

Loading...

Manggarai Barat – Kapolres Manggarai Barat (Mabar) AKBP Handoyo Santoso, S.I.K., M.Si., mengadakan konferensi pers di depan ruang lobby Mapolres Mabar terkait pengungkapan kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi yang disampaikan masyarakat kepada anggota Satuan Resnarkoba Polres Mabar bahwa ada penyalahgunaan Narkotika jenis sabu di Pelabuhan Pelni Labuan Bajo, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Mabar, Propinsi NTT.

Setelah memperoleh informasi tersebut dari masyarakat, Satuan Resnarkoba Polres Mabar yang dipimpin langsung oleh Kaur Binops Satuan Resnarkoba Aiptu Nyoman Budiarta bersama 5 (lima) orang anggota langsung melakukan penyelidikan terhadap orang yang di curigai.

“Rabu tanggal 15 Januari 2020 pukul 23.00 Wita anggota Satuan Resnarkoba Polres Mabar bisa mengamankan laki-laki berinisial HA, umur 21 tahun, pekerjaan SPG (Handphone) yang beralamatkan di Desa Kenten Laut, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Propinsi Sumatra Selatan” terang AKBP Handoyo Santoso, S.I.K., M.Si, Jumat (14/02/2020) pagi.

Kapolres Mabar juga menerangkan, dalam penangkapan dan penggeledahan di temukan 3 buah plastik klip bening yang di dalamnya terdapat kristal-kristal putih yang diduga Narkotika jenis sabu dengan berat kotor total 0,73 gram beserta 1 bungkus rokok, 1 buah tabung kaca kecil, 1 buah pipet plastik warna putih garis biru, 1 buah alat bantu korek dari pipa plastik kecil warna kuning dengan ujungnya berisi gulungan kertas timah, 1 buah celana pendek, dan 1 buah HP

“Polres Mabar akan selalu memberantas segala bentuk peredaran Narkotika di wilayah Kabupaten Mabar, karena Polres Mabar akan menjadikan Kabupaten Mabar yang menjadi tujuan wisata premium dunia menjadi kabupaten yang bebas dari Narkotika” katanya.

Tersangka HA warga Desa Kenten Laut, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Propinsi Sumatra Selatan di jerat Pasal 112 ayat 2 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800.000.000,- dan paling banyak Rp 8.000.000.000. (Paulus)

Rekomendasi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.