Terbit : 2 Desember, 2019 - Jam : 22:35

Polres Empat Lawang Amankan Delapan Pucuk Senpira

Loading...

EMPAT LAWANG – Polisi Resort (Polres) Empat Lawang berhasil mengamankaan delapan pucuk Senjata Api Rakitan (Senpira) dalam Operasi Senpi Musi yang dilaksanakan sepanjang November 2019.

Dari delapan senpira, dua pucuk diperoleh dari penyerahan RT Tanjung Makmur Kecamatan Tebing Tinggi dan Kepala Desa Taba Kecamatan Saling melalui Kapolsek Tebing Tinggi.

Dalam operasi ini polisi juga menahan 6 orang tersangka atas nama Amran(40), Roben(40), Firman(25), Jonaidi(35), Samsudin(65), Handik(34).

Kapolres Empat Lawang AKBP Eko Yudi Karyanto mengatakan, operasi ini akan terus dilanjutkan karena kepemilikan senjata api dapat membahayakan warga lain.

“Kita tidak akan berahir sampai disini, tetap akan kita laksanakan dan tetap kita lanjutkan Operasi Senpi ini, Karena kepemilikin Senpi ini akan membayakan bagi warga masyarakat yang lainya,” kata Kapolres Empat Lawang AKBP Eko Yudi Karyanto dalam Press Release Operasi Senpi Musi 2019 di halaman Mapolres Empat Lawang, Senin (2/12/2019).

Dari delapan barang bukti yang diamankan, satu senpira dikirimkan ke Polda Sumsel untuk dilakukan uji laboratorium.

“Ya dari 8 barang bukti yang berhasil kita amankan, diantaranya satu barang bukti Senpira kita kirim ke Polda guna untuk melakukan pengecekan di laboratorium sekaligus untuk mengambil sample,” ujar Eko.

Dilanjutkan Eko, apabila warga Empat Lawang yang memiliki senpira ingin menyerahkan ke polisi, bisa berkoordinasi melalui aparatur Desa. Ia menjamin tidak akan diproses secara hukum.

“Kalau ada warga Empat Lawang ingin menyerahkan senpira tersebut bisa berkoordinasi melalui aparatur desa setempat dan saya jamin tidak akan kami proses secara hukum apabila barang tersebut diserahkan dengan kesadaran,” katanya.

Eko mengimbau, warga yang memiliki senpira dapat menyerahkanya secara sadar. Jika masih kedapatan menyimpan senpira atau menyalahgunakan akan segera diproses secara hukum.

“Kalau masih ada warga masyarakat yang kedapatan masih menyimpan apalagi menyalahgunakan akan kita proses secara hukum, dengan UUD No 12 Tahun 1951 dengan ancaman minimal 5 Tahun penjara,” demikian Eko. (Ardi)

Rekomendasi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.