Polres Bengkulu Utara Amankan 15 Kendaraan Roda Dua Dalam Razia Balap Liar 

Nusantaraterkini.com, Bengkulu Utara Satlantas Polres Bengkulu Utara (BU) Polda Bengkulu Di Hari pertama puasa, berhasil mengamankan 15 unit kendaraan bermotor roda dua yang berhasil diamankan dalam razia balap liar .

Kapolres BU, AKBP Anton Setyo Hartanto SIK MH melalui Kasatlantas, AKP Perdhana Mahardika SIK MH saat dihubungi via whatsapps, kemarin ( Rabu , 14/04/21) mengungkapkan, 15 motor yang berhasil diamankan pihaknya tersebut berkat adanya informasi dari masyarakat yang merasa resah dari aksi balap liar yang sering terjadi.

“ berdasarkan informasi dari masyarakat, bahwa banyak terjadi balap liar, sebelum dan setelah shalat Subuh. Dari hasil penindakkan kita ada sebanyak 15 motor yang terjaring dalam razia balap liar ini,”kata Perdhana.

Kasat lantas menjelaskan , dari 15 unit motor tersebut 13 unit diantaranya terjaring razia pada Selasa (13/2) sedangkan 2 unit lagi terjaring razia sehari sebelumnya.

Menurut AKP Perdhana semuanya ditilang sesuai dengan pelanggaran yang telah dilakukan, seperti tidak memiliki SIM dan STNK serta tidak menggunakan knalpot standar.

Selain itu, kendaraan tersebut akan ditahan sementara waktu dan dikeluarkan setelah lebaran nanti, hal ini dilakukan sesuai dengan adanya permintaan masyarakat agar tidak terjadinya aksi balap liar.

“ Semua kendaraan kita tilang sesuai dengan pelanggaran. Untuk kendaraan sendiri akan kita tahan sementara dan dikeluarkan setelah lebaran nanti,”ungkapnya.

Lebih lanjut, Perdhana menyampaikan, pihaknya akan melakukan razia setiap hari, dimana hal ini selaras dengan operasi keselamatan nala 2021. Dirinya juga menghimbau kepada masyarakat Kabupaten BU terutama orang tua untuk selalu mengawasi anak-anak saat akan keluar dari rumah.

Dikarenakan kebanyakan dalam melakukan balap liar masih dikategorikan anak dibawa umur yang masih berstatus pelajar.

“ Selaras dengan Operasi Keselamatan Nala 2021, razia ini akan dilakukan tiap hari. Terkait hal ini juga saya menghimbau kepada orang tua untuk dapat ikut berperan dalam mengawasi anak-anaknya, karena mayoritas yang terjaring anak di bawah umur,”tandasnya.

Rekomendasi

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.