Terbit : 14 Desember, 2019 - Jam : 05:43

Polisi Terus Cari Pekerja PT. Agung Mulia Yang Hilang di Yahukimo Oktober Lalu

JAYAPURA – Polisi masih terus melakukan pencarian terhadap Amirullah Alias Ulla pekerja PT. Agung Mulia yang hilang pada saat melakukan perjalanan menggunakan sepeda motor dari Camp. PT Agung Mulia Jalan Trans Dekai-Kenyam menuju Kota Dekai, Yahukimo, Papua.

Amirullah diketahui hilang dalam perjalanannya tersebut sebulan lalu, tepatnya pada Sabtu (26/10/2019).
Namun, hingga kini aparat belum menemukan Ulla.

Dari data Polda Papua menyebutkan, hingga Desember ini, anggota gabungan Polres Yahukimo masih melakukan pencarian. Polisi menyebutkan, informasi dari warga, korban dihadang oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK).

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. A.M Kamal dalam keterangannya mengatakan, Polisi telah menyisir sejumlah tempat termasuk wilayah yang diduga menjadi tempat penghadangan korban.

“Anggota juga melakukan pencarian di sebuah lokasi yang menurut informasi dari masyarakat, lokasi itu tidak bisa ditembus kecuali kelompok tertentu di daerah tersebut yang bisa masuk.

Di jalan menuju lokasi ini, aparat menemukan 1 unit Motor Vixion Warna Hitam dengan No Pol PA 3412 MU (motor pelaku yang melakukan penyerangan terhadap Tim Supervisi Kementerian PUPR) dan 1 Unit Motor Honda CVR 150 CC warna Hitam Merah yang merupakan motor milik korban,” jelas Kabid Humas dalam keterangannya yang diterima Sabtu (14/12/2019) Pagi.

Aparat juga melakukan penggeledahan dan penyisiran di pemukiman yang ada di sekitar daerah tersebut.

Dari hasil penyisiran ditemukan 16 anak panah, 4 busur panah, 3 buah Kapak, 3 buah Parang bergagang warna hitam, 2 buah Parang bergagang rotan dan 2 buah tombak.

“Selanjutnya anggota gabungan mengamankan barang bukti ke Mapolres Yahukimo,” jelasnya lagi.

kasus ini telah ditangani Sat Reskrim Polres Yahukimo.

“Saat ini Anggota gabungan Polres Yahukimo masih melakukan pencarian terhadap korban dan melakukan penyelidikan dan penyidikan atas kasus tersebut,” katanya lagi.

Penghadangan dan diikuti hilangnya pekerja di Papua bahkan pembantaian kerap terjadi di Papua.

Kamal mengingatkan beberapa rentetan peristiwa kekerasan yang dilakukan kelompok Igianus Kagoya dengan penganiyaan dan pemerkosaan terhadap medis dan guru bahkan terjadinya pembantai karyawan Istaka Karya yang hingga saat ini masih 4 orang belum ditemukan.

“Apakah itu bukan perampasan hak (pelanggaran Ham). Dimana para korban tidak lain adalah para pahlawan pembangunan, mereka datang untuk membangun di Pegunungan Tengah namun nyatanya masih ada segelintir Manusia yang dengan sengaja mengganggu kedamaian ini.

Untuk itu kami mengajak hindari kekerasan yang dapat merampas hak orang lain bahkan jiwa manusia, ciptakan rasa damai dimana dan kapan saja di Tanah Papua,” pintahnya. (fai/red.Papua)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.