Polisi Janji Lengkapi Berkas Perkara Kasus Tembak Mati Oknum Polisi Hutan

Nusantaraterkini.com (Surabaya) – Kasus oknum Polisi Hutan (Polhut) Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) Jember, Dody Setiawan yang sudah berstatus tersangka karena diduga melakukan tindak pembunuhan dan atau karena salah dan matinya orang sesuai pasal 338 KUHP dan atau 359 KUHP terhadap Aris Samba, terduga pelaku pencurian kayu pada tanggal 03 Oktober 2019 dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) Blok Donglo Wilayah Kerja Resort Wonoasri masih berproses di Polda Jatim.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Gatot Repli Handoko melalui pesan WhatsApp (WA), Jumat (5/3/2021), menjelaskan perkara oknum polhut tersebut sekarang ditangani Subdit I Keamanan Negara (Kamneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim.

Namun sayangnya, Gatot, begitu sapaan akrabnya, tidak menjawab sewaktu ditanya tersangka Dody Setiawan ditahan atau tidak. Upaya Nusantaraterkini.com mendapatkan informasi tersangka Dody Setiawan ditahan atau tidak masih belum membuahkan hasil. Salah satu penyidik yang menangani perkara ini bernama Kompol Moh Yusuf malah ‘kebakaran jenggot’ ketika dikonfirmasi melalui sambungan suara WA, Jumat (5/3/2021).

Ndasku ngelu, sak Iki aku nang Tulungagung (Kepala saya sakit, sekarang saya di Tulungagung). Wes tulis-tulisen (sudah tulis saja),” ucapnya dengan nada tinggi lalu menutup ponselnya.

Barang bukti yang disita dalam perkara ini yaitu satu buah senjata api Pindad, 4 butir amunisi caliber 9 mm, 1 magasin, kaos berwarna merah kaos oblong warna hijau, celana panjang training biru, celana pendek hitam, kemeja panjang jeans, kartu penguasaan senpi Nomor Polisi : KI/Pengpin/1190.a/XII/2018 atas nama Dody Setiawan, dan Visum et Repertum (VeR) : IFRS 19.019, tanggal 04 Oktober 2019 yang dikeluarkan RSUD Dr. Soebandi Jember.

Mursid Effendy kakak kandung korban Aris Samba sekaligus pelapor kasus tembak mati ini pada wartawan, Kamis (4/3/2021) meminta kejelasan dan kepastian hukum terkait laporan polisi yang dibuatnya di Polsek Tempurejo, tepat di hari kejadian adiknya Aris Samba ditembak mati, yaitu pada tanggal 03 Oktober 2019. Ia mengaku sudah dipanggil berulang kali oleh pihak penyidik Polda Jatim yang menangani perkara tersebut dan berharap proses hukum terus berlanjut sampai ke pengadilan. (Fajar Yudha Wardhana)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.