Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Polisi Grebek Rumah Tempat Transaksi Okerbaya

Loading...

Anggota unit Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polsek Gumukmas Kabupaten Jember, berhasil menangkap tangan terduga pelaku pengedar Obat Keras Berbahaya (okerbaya) atau Pil Koplo di rumahnya Dusun Panggul Melati Desa Kepanjen Kecamatan Gumukmas, pada Rabu kemarin sekira pukul 18.30 Wib. Kamis, (3/9).

Pelaku yang diketahui berinisial FR (27), kini telah diamankan di Mapolsek Gumukmas guna mempertanggungjawabkan perbuatanya.Dari tangan pelaku, polisi menemukan barang bukti berupa 13 Klip Plastik @ 5 butir piltrihexpenidil dengan total 65 butir pil trihexpenidil serta uang hasil penjualan Okerbaya senilai 645 ribu Rupiah.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Gumukmas Ipda Amin Sahril SH, jika pengungkapan kasus Okerbaya ini awalnya anggota Polsek Gumukmas menerima informasi dari masyarakat bahwa di rumah tersangka sering digunakan transaksi obat2an TRIHEXYPENIDYL berlogo Y warna putih secara bebas atau tanpa ijin yang dilakukan di dalam rumah pelaku.

“Pelaku dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standart dan atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan mutu,sebagaimana dimaksud dalam pasal tersebut, ” kata Amin.

Selanjutnya, terang Amin, Anggota Polsek Gumukmas dipimpin langsung Kapolsek Gumukmas Iptu Subagio S.H. melakukan penyelidikan sesuai dengan informasi dari masyarakat ternyata benar, tersangka melaksanakan transaksi jual obat tsb dengan pembeli

“Kemudian anggota melakukan penangkapan terhadap tersangka dan didapatkan bukti-bukti yang telah diamankan oleh petugas, selanjutnya tersangka dan barang bukti diamankan ke Polsek Gumukmas untuk penyidikan lebih lanjut, ” tambahnya.

Atas kasus yang dialaminya, FR dinilai telah terbukti melanggar pasal 196 sub 197 KUHP dan UU Kesehatan no 36 Th 2009, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun kurungan penjara.

“Untuk mendalami kasus ini, polisi melakukan pemeriksaan saksi saksi serta menyelidiki asal usul obat yang dijual, ” pungkas Amin. (Tahrir).

Rekomendasi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.