Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : 0822-8166-4736

Polisi Bentuk Tim Pemulasaraan Jenazah Kasus COVID-19 di Majalengka

Loading...

MAJALENGKA – Polres Majalengka bentuk tim pemulasaraan jenazah terduga terpapar COVID-19, terdiri dari personel kepolisian dan dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD), masker dan pengetahuan penanganannya saat digelarnya pelaksanaan simulasi di Lapangan Apel Mapolres Majalengka. Senin, (20/04/2020)

Kapolres Majalengka AKBP Bismo Teguh Prakoso mengatakan, sebanyak 65 personel disiapkan terdiri dari anggota Polres dan Polsek Polres Majalengka.

“Kelengkapan yang disiapkan terdiri dari seratus stel baju Alat Pelindung Diri (APD), 500 jumlah masker secara langsung dibagikan setelah apel yang digelar ini dan dilanjutkan dengan menggelar simulasi guna diberikan pengetahuan cara penanganannya,” katanya.

Kapolres menjelaskan, pelaksanaan tahapan simulasi ini diawali oleh tim dengan cara mencuci tangan lebih dulu, memakai sarung tangan, memakai baju APD lengkap, dan melaksanakan penyemprotan disinfektan kepada setiap personel tim tersebut yang akan memulai pemulasaraan jenazah.

“Dilanjutkan penanganan evakuasi jenazah terduga terpapar Covid-19 apabila ditemukan dijalan yaitu pada bagian muka jenazah ditutup tisu basah, lalu ditutup plastik, dan disemprot cairan disinfektan,” jelasnya.

Setelahnya, seluruh tubuh jenazah dibungkus plastik dan disemprot cairan disinfektan kembali. Kemudian dibungkus kantong mayat dan disemprot cairan disinfektan lagi agar diminimalisir untuk memegang tubuh jenazah, lalu dibawa ke mobil ambulan menuju rumah sakit.

“Lalu dilakukan pemakaman jenazah dengan menyiapkan sebuah peti tebal ukuran tiga sentimeter dan pemilihan lokasi pemakaman yang jaraknya 50 meter dari sumber air dan pemukiman masyarakat,” tuturnya.

Kapolres menambahkan, posisi jenazah yang sudah ditutup dilakukan sesuai prosedur di rumah sakit yaitu dimasukan ke dalam peti jenazah, lalu jenazah dan petinya disemprot cairan disinfektan. Kemudian, jenazah di wudukan secara tayamum lalu di sholatkan dan jenazah dimakamkan oleh tim.

“Kegiatan yang dilatihkan ini dipedomani sesuai prosedur, apabila ada pihak yang menolak jenazah terpapar Covid-19 secara tegas akan ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) untuk mencari dan menangkap orang yang diduga menjadi provokatornya,” tegasnya.

Diakhir Kapolres menegaskan, nantinya akan dijerat dengan pasal tindak pidana, kemudian diproses secara hukum yang berlaku. (GW)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.