Terbit : 27 September, 2019 - Jam : 22:05

Polda Sumsel Akui Telah Amankan Belasan Pelaku Karhutla

Loading...

OKI – Sebanyak 12 orang pelaku pembakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah hukum Kepolisian Resort Ogan Komering Ilir (Polres OKI) diamankan. Hal tersebut diungkapkan oleh Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Drs Supriadi MM pada press release di rumah dinas Bupati OKI, Jumat (27/9/2019).

“Sejauh ini sudah ada 9 laporan yang telah kita tangani dan kemarin berhasil menangkap 3 pelaku lagi pembakar hutan dan lahan yakni di desa Sukapulih kecamatan Pedamaran. Masing-masing pelaku yakni masyarakat perorangan serta luasan lahan yang dibakar lebih kurang 2 hektar,” ungkapnya.

Supriadi mengatakan, dari ketiga pelaku ini diamakan sejumlah barang bukti, berupa tiga buah korek api. Ketiganya pasal 108 huruf A undang-undang no.22 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

“Dengan ditangkapnya para pelaku pembakar hutan dan lahan baik milik pribadi ataupun orang lain diharapkan sebagai efek jera agar masyarakat yang lain tidak melakukan pembakaran lahan sehingga harus berurusan dengan hukum,” tegasnya.

Masih kata Supriadi, dari sembilan laporan diterima, empat berkas perkara telah diserahkan ke kejaksaan.

“Semoga dalam waktu dekat berkasnya sudah P21 dan segera diproses, jadi dari bulan Agustus sampai dengan September sudah kita tangani 12 orang pelaku pembakar hutan dan lahan, kesemuanya itu adalah masyarakat perorangan yang membakar lahan di kebun atau sawah milik mereka dan untuk korporasi sejauh ini tidak ada,” pungkasnya.

Kapolres OKI AKBP Donni Eka Syaputra SH SIK MM menjelaskan pemerintah dan kepolisian dalam menangani kebaran hutan dan lahan sudah berusaha keras. Namun kurangnya sosialiasi menjadi alasan masyarakat tetap melakukan perbuatan tersebut.

“Masyarakat membakar hutan, lahan, sawah dan kebun milik mereka karena menurut mereka hal tersebut sebagai solusi namun hal itu justru salah dan setelah diperiksa di lapangan ternyata kurangnya sosialisasi agar tidak melakukan pembakaran ketika membuka lahan,” ujarnya. (Rill)

Rekomendasi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.