Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : 0822-8166-4736

PO Putra Rafflesia Bantah Ditumpangi Jamaah Tabligh yang Positif Corona

Loading...

BENGKULU – Humas PO Putra Rafflesia, Irwan Caesar Aplato membantah jamaah tabligh yang positif corona di Bengkulu pernah menumpang bus Putra Rafflesia.

“Kami sampaikan bahwa Putra Rafflesia tidak pernah membawa jamaah tersebut. Salah satu jamaah dari Lampung yang dinyatakan positif Covid-19 itu tidak naik bus Putra Rafflesia,” kata Irwan dalam video yang beredar, Selasa (31/3/2020).

Ditambahkan Irwan, pihaknya telah melakukan pengecakan data penumpang dari Lampung tanggal 5 Maret 2020. Dalam data tersebut, tidak ada nama jamaah maupun nama pasien yang terinfeksi.

“Kami punya data, kami sudah mengecek semuanya, kami pun sudah mencroscek langsung pada perwakilan kami di Lampung, bahwa rombongan 12 orang tersebut kami nyatakan tidak menggunakan jasa Putra Rafflesia untuk datang ke Bengkulu,” sampai Irwan.

“Kami informasikan sekali lagi, Putra Rafflesia tidak pernah membawa jamaah 12 orang yang salah satunya dinyatakan positif covid-19 oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu,” demikian Irwan.

RSHD Bantah Pasien Pernah Merawat Pasien Covid-19

Selain PO Putra Rafflesia, klarifikasi juga datang dari Direktur Rumah Sakit Harapan Doa Kota Bengkulu, dr. Lista Cerlyvera.

“Pasien tersebut tidak pernah dirawat di RSHD,” kata dr. Lista.

Disampaikan dr. Lista, pasien positif corona yang diumumkun oleh Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah tersebut memang pernah melakukan pengobatan di RSHD. Namun hanya di IGD.

“Beliau ada tanggal 20 (Maret.red) berobat ke IGD. Itu karena dia punya gula darah dan mengalami batuk, dan tidak mengatakan dari daerah luar. Pulang rawat jalan. Jadi hanya sebatas IGD,” sambung dr. Lista.

Pasien kembali menjalani pengobatan pada tanggal 23 Maret. Sejak saat itu, pasien dinyatakan sebagai Pasien Dalam Pengawasan dan dirujuk ke RSUD M Yunus Bengkulu.

“Tanggal 23 diantarkan lagi, disitulah kita nyatakan PDP sebelum dirujuk ke rumah sakit M Yunus. Jadi tidak ada dirawat inap di rumah sakit kita. Sebatas IGD,” kata dr. Lista. (Ferin/CW)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.