PMII Tagih Janji Bupati dan Wabup Tangerang

Loading...

TANGERANG – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kabupaten Tangerang melakukan Aksi Demo di Tugu Pemkab Tangerang Jl Aria Wangsa Kara Rt.01/03 Bunderan Bugel Kelurahan Kaduagung Kecamatan Tigaraksa, Jumat (27/12/19)

Dalam aksinya, PMII mengajukan lima tuntutan. Pembangunan RSUD, SAH kan Peraturan Bupati tentang TBC, Evaluasi Kinerja Disnaker, evaluasi Kinerja Diskominfo soal keterbukaan Informasi Publik serta E
evaluasi kinerja disdukcapil.

“Pembangunan dan pengembangan pelayanan kesehatan dasar dan rujukan serta pembiayaan kesehatan dan juga penyempurnaan program pelayanan publik berbasis E- GOVERNMENT Dalam Rangka transparansi dan pemberantasan korupsi yang sistematis,” kata Korlap Aksi, Ade Putra.

Mahasiswa juga menuntut penuntasan 15 program unggulan bupati daat terpilih lalu. Seperti pada pembangunan RSUD yang dijanjikan selesai pada tahun 2019.

“Sampai saat ini belum terlihat dan terealisasi. Pembangunan RSUD ke 4 yang dijanjikan akan di realisasikan tahun 2019,” uangkap Ade.

PMII Dihadang Sebelum Orasi

Masa aksi yang digelar di Bunderan Lampu Merah, Puspemkab Tangerang sempat nyaris bentrok dengan salah satu ormas BPPKB.

“Tiba-tiba datang dan mencoba membubarkan aksi kami dengan merebut agitasi,” tukas Adek

Sementara, itu Ketua BPPKB Kabupaten Tangerang Ary Ashari mengatakan, pihaknya tidak bermaksud untuk membubarkan massa aksi.

“Kebetulan kami lewat dan ada mahasiswa menghalangi jalan. Tapi ada suara sumbang dari mahasiswa. Sehingga kawan-kawan terpancing. Lagian tidak ada pukul-pukulan,” tukasnya.

Sementara itu, Alumni Himata Banten Shandi kelana menyayangkan adanya upaya pembungkaman suara mahasiswa.

“Apapun itu tindakan refresif terhadap mahasiswa tidak dibenarkan. Dan kami mengutuk tindakan tersebut,” tandasnya.
(Rohman/rls)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.