Plt Kadinkes: Di Paluta Tidak Ditemukan Kasus Suspek Pneumonia

Loading...

Padang Lawas Utara – Terkait Penyebaran wabah Pneumonia Berat yang disebabkan Virus Korona di beberapa Negara diantaranya China, Thailand, Jepang, Hongkong, Vietnam, Korsel dan Singapura, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) mengatakan di wilayah Paluta tidak ditemukan warga yang terdampak wabah penyakit tersebut.

“Berdasarkan surveilans pneumonia, sampai dengan tanggal 20 Januari 2020, belum ada laporan ditemukan kasus suspek pneumonia dimaksud, baik Indonesia dan khususnya di provinsi Sumatera Utara,” ucap Plt Kadinkes Paluta, dr Sri Prihatin Harahap membacakan siaran press Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, dr Alwi Mujahit Hasibuan M.Kes di ruang kerjanya, Kamis (23/1).

dr Sri Prihatin mengatakan Surveilans kasus penyakit Novel Coronavirus (nCoV) dilakukan berdasarkan rekomendasi WHO, kemudian berdasarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan RI, Nomor: PM.04.02/III/43/2020 tanggal 5 Januari 2020 tentang kesiapsiagaan dan antisipasi penyebaran penyakit Pneumonia berat yang belum diketahui etiologinya dimana telah terjadi wabah virus Pneumonia di kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat Tiongkok dan Surat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Nomor: 443.1/485/Dinkes/I/2020 tanggal 10 Januari 2020, Hal kesiapsiagaan dalam upaya Pencegahan Penyebaran Penyakit Pneumonia dari Negara Republik Rakyat Tiongkok.

Dikutip dari siaran press Kadinkes Provsu tersebut isinya antara lain disampaikan langkah-langkah sebagai berikut, Novel coronavirus (nCoV) adalah virus jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Cina mengidentifikasi pneumonia yang tidak diketahui etiologinya tersebut sebagai jenis baru coronavirus (novel coronavirus/nCoV).

Rekomendasi WHO untuk kegiatan surveilans nCOV yang terjadi di Wuhan, Cina ini akan terus diperbaharui apabila ada informasi penting lainnya. Pedoman sementara untuk surveilans nCoV mengacu pada pedoman Middle East Respiratory coronavirus (MERS-CoV) dan akan diupdate secara berkala.

Tujuan utama dari surveilans adalah untuk mendeteksi adanya kasus yang terinfeksi nCoV serta adanya bukti yang memperkuat adanya penularan dari manusia ke manusia dan menentukan faktor risiko dan wilayah berisiko terhadap penularan virus.

Saat ini masih diperlukan investigasi untuk menentukan karakteristik klinis utama infeksi nCoV, seperti masa inkubasi penyakit, spektrum penyakit, dan perjalanan klinis penyakit, karakteristik epidemiologi penularan nCoV, seperti sumber penularan, faktor risiko, dan cara penularannya.

Investigasi dan pemeriksaan kemungkinan infeksi nCoV dilakukan pada penderita Infeksi saluran pernapasan akut berat (Severe Acute Respiratory Infection/SARI), dengan riwayat demam dan batuk serta penyebab yang belum pasti dan, disertai salah satu dari yang memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina dalam waktu 14 hari sebelum timbulnya gejala atau petugas kesehatan yang sakit dengan gejala SARI setelah merawat pasien SARI tanpa memperhatikan tempat tinggal atau riwayat perjalanan.

Seseorang yang sakit dengan gejala klinis yang tidak biasa, kemudian terjadi penurunan kondisi umum mendadak meskipun telah menerima pengobatan yang tepat, tanpa memperhatikan tempat tinggal atau riwayat perjalanan.

Penderita Infeksi Saluran Pernapasan akut (ISPA) ringan atau berat, yang dalam 14 hari sebelum timbulnya penyakit, telah terpajan dengan kontak erat dengan kasus positif infeksi nCoV atau mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan di negara-negara terjangkit nCoV atau mengunjungi atau bekerja di pasar hewan di Wuhan, Cina, atau memiliki riwayat kontak dengan hewan (jika hewan penular sudah teridentifikasi) di negara terjangkit nCoV pada hewan atau pada manusia akibat penularan hewan (zoonosis).

Yang dimaksud dengan kontak erat adalah merawat langsung pasien nCoV, bekerja dengan petugas kesehatan yang terinfeksi nCoV, mengunjungi pasien atau tinggal di lingkungan yang sama dengan pasien nCoV, bekerja bersama dalam jarak yang dekat atau berada dalam ruangan yang sama dengan pasien nCoV, bepergian bersama dengan pasien nCoV dengan jenis transportasi/kendaraan apapun dan tinggal bersama dalam satu rumah dengan pasien nCoV. (AYH).

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.