Plt DKP Sebut Aksi Para Nelayan Trawl Salah Sasaran

NusantaraTerkini.Com, – Terkait aksi demo yang dilakukan ratusan nelayan trawl di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pulau Bai Kota Bengkulu, Plt. Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu, Ivan Syamsurizal menggangap para nelayan salah sasaran dalam melakukan aksi tersebut menuntut pemerintah provinsi Bengkulu untuk mengambil kebijakan agar mengizinkan trawl beroperasi lagi dilautan Bengkulu, Rabu (7/3/2018).

“Kalau demo nya itu salah sasaran, jangan demonya ke kami, kan aturannya itukan dibuat oleh pusat, kalau mau mengajukan usulan atau apa ke pusat, tapi bisa melalui kami, pakai surat tertulis, tadi kami undang perwakilan kesini tidak ada yang datang,” kata Syamsurizal.

Lebih lanjut dijelaskan Syamsurizal, aturan pelarangan trawl tersebut sudah ada sejak tahun 1980, dan telah ditegaskan lagi oleh Dirjen DKP sesuai peraturan yang ada, bahwa tidak boleh lagi nelayan menangkap ikan menggunakan trawl.

“Memang larangan ini sudah ada sejak tahun 1980, dan kemaren sudah ditegaskan lagi oleh pak Dirjen, bahwa tidak boleh lagi menggunakan trawl,” sambungnya.

Selain itu, ditambahkan lagi Syamsurizal, jumlah trawl yang ada di Provinsi Bengkulu ini terkonsentrasi didua tempat, yakni Muko-Muko dan di Kota Bengkulu. Untuk di Muko-Muko rata-rata kapal berukuran dibawah 10 GT, itu totalnya 171, sedangkan untuk di Kota Bengkulu terdapat dua jenis ukuran, ada yang dibawah 10 GT sebanyak 126 kapal dan yang diatas 10 GT sebanyak 48 kapal.

“Sesuai dengan komitmen pak Dirjen akan mengganti penuh semuanya dan alat tangkapnya itu akan diganti sesuai dengan kebutuhan atau permintaan pemiliknya. Penggantian itu, kebijakan dari Kementerian sesuai dengan per pemilik kapal, bukan per kapal,” pungkasnya. (Nindri/Cw2)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.