Pleno KPU Papua Lukmen Unggul, Tim Koalisi Papua Bangkit Sebut Ini Kemenangan Semua Pihak

NusantaraTerkini.Com, Papua – KPU Provinsi Papua akhirnya menetapkan pasangan petahana dengan nomor urut 1 Lukas Enembe – Klemen Tinal (Lukmen) sebagai pemenang Pilgub Papua periode 2018-2023 dengan total perolehan suara sebanyak 1.939.539 suara.

Sementara pasangan nomor urut 2 John Wempi Wetipo – Habel Melkias Suwae (JWW-HMS) mendapatkan hasil sebanyak 932. 008 suara.

Ketua KPU Provinsi Papua Theodorus Kossay usai menutup rapat pleno tersebut, Senin (9/7) mengatakan pihaknya mempersilahkan jika ada pasangan calon yang ingin melakukan gugatan ke MK dengan batas waktu hingga 3 hari ke depan.

Ia juga menyampaikan, persoalan walk out tim kampanye Papua Cerdas yang mengusung JWW-HMS pada hari pertama pleno (Minggu, 8/7) tak menjadi soal dan tak mempengaruhi keputusan pleno.

“Mereka tetap mendapatkan berita acara dan setiap orang punya hak untuk mengadu ke MK. KPU Papua juga siap menghadiri proses hukum,” jelas Theodorus Kossay.

Ketua Tim Koalisi Papua Bangkit Jilid II Lukmen, Mathius Awoitauw mengatakan sejak awal pihaknya telah memprediksi bahwa pasangan nomor urut 1 tersebut pasti akan memenangkan dengan mutlak.

“Dari peta kekuatan besarnya mesin partai politik dengan kekuatannya sampai ke kampung-kampung itu sudah kami prediksi,” ujar Mathius.

Disebutkan kemenangan Lukmen adalah kemenangan yang mutlak dan luar biasa.

“Tim pemanangan dan masyarakat Papua mengucap syukur dan juga mengapresiasi dua pasangan putra Papua terbaik. Baik Lukmen maupun Jhosua,” tambahnya.

Ia juga menyebutkan Pilkada Papua telah berjalan dengan bermartabat dan demokratis.

Menurutnya hasil yang ada tak bisa dipungkiri bahwa Lukmen pantas melanjutkan periode yang ke dua.

Kepada masyarakat Papua, atas nama pasangan calon Lukmen pihaknya memberi apresiasi dan menyebutkan kemenangan Lukmen adalah kemenangan seluruh masyarakat Papua. (FN)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.